Jumat, 07 Oktober 2022
11 Rabi'ul Awwal 1444

Irma Hutabarat Sentil Kapolri, Amatiran Bubarkan Satgassus Merah Putih

Senin, 15 Agu 2022 - 16:31 WIB
32e93cfe 1d92 434a Bc6c 5aacb2bdbeb1 - inilah.com
Irma Hutabarat (kiri) berpose bersama anggota tim kuasa hukum keluarga Brigadir J, Johnson Panjaitan. Irma mempertanyakan akuntabilitas dan transparansi Kapolri Sigit membubarkan Satgassus Merah Putih. Foto: Instagram @vetivergoddess

Pembubaran Satgassus Merah Putih yang dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, seiring ditetapkannya Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J menuai kritikan karena tanpa didahului laporan pertanggungjawaban kinerja dan terkesan amatiran. Bahkan publik tidak mengetahui apakah pembubaran satgassus itu dilakukan secara formil melalui surat penetapan.

Aktivis senior Irma Hutabarat turut mempertanyakan pembubaran satgassus tersebut. Malahan dia mempertanyakan latar pembubaran satgassus yang dipimpin Irjen Ferdy Sambo itu.

“Kenapa harus dibubarkan kalau memang itu penting? Ganti saja dong ketuanya,” kata Irma, kepada Inilah.com, di Jakarta, Senin (15/8/2022).

Menurutnya, pembentukan satgassus tersebut dilakukan secara formil melalui penerbitan surat perintah (sprin) oleh Tito Karnavian selaku Kapolri. Bahkan pengangkatan ketua dan anggotanya juga berdasarkan sprin.

Kan diperpanjang tiap enam bulan tuh, yang terakhir, 1 Juli sampai Desember 2022, berarti, kan tetap Sambo yang dipilih oleh Sigit. Nah, kalau mau membubarkan itu harus resmi,” seloroh Irma.

Dia juga mempertanyakan fungsi Satgassus Merah Putih yang turut menangani perkara-perkara khusus. Padahal satgassus tersebut awalnya dibentuk untuk meredakan situasi pascagerakan 411 yang masif. Belakangan satgassus tersebut melakukan penanganan perkara pidana yang tidak diketahui pula pidananya.

Dia meminta Kapolri Sigit menyampaikan pembubaran Satgassus Merah Putih disertai dengan informasi yang menyeluruh agar publik memahami. Hal ini menjadi penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas Korps Bhayangkara.

Ngapain ngurusin korupsi? KPK ngapain? Ngurus narkotika, memang BNN tidak berfungsi? Ngapain ngurusin judi online, memang Bareskrim enggak bisa menangkap?” keluhnya.

Tinggalkan Komentar