Jumat, 07 Oktober 2022
11 Rabi'ul Awwal 1444

Irma Suryani Ajak Masyarakat Dukung Perluasan Sorgum Sebagai Bahan Mie Instan

Sabtu, 13 Agu 2022 - 20:26 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Irma Suryani
Politisi Partai NasDem Suryani (Foto: ist)

Pemerhati pangan dari Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago mengajak semua pihak untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengembangkan subtitusi sorgum sebagai salah satu penguat pangan nasional. Menurutnya, sorgum merupakan tanaman asli Indonesia yang pas dijadikan sebagai pengganti gandum.

Irma mengatakan, sejauh ini tingkat konsumsi gandum terbilang tinggi meski sebenarnya masyarakat Indonesia bisa menggantinya dengan sorgum. Sorgum adalah komoditas yang jauh lebih sehat apabila dibandingkan gandum yang memiliki kandungan membahayakan bagi kesehatan.

“Sudah saatnya kita beralih ke sorgum, komoditas dan tanaman asli Indonesia yang jauh lebih sehat. Sorgum juga adalah tanaman asli Indonesia yang berpotensi sebagai pengganti gandum dunia,” katanya, Sabtu, (13/08/2022).

Menurut Irma, tanaman sorgum bisa dijadikan sebagai bahan utama pembuatan tepung yang selanjutnya bisa diolah menjadi roti, kue dan bahkan mie instan. Baginya, Indonesia adalah negara kaya yang memiliki aneka ragam komoditas pangan terbaik di dunia.

Baca juga
Soal PMK, IPB Dukung Kementan Penanganan Cepat dan Tepat

“Kita harus bangga sama pangan Indonesia. Apalagi sekarang pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus gencar mengembangkan panganan lokal seperti sagu dan singkong sebagai tepung. Mari kita dukung bersama,” katanya.

Terpisah, Pakar Pangan Universitas Brawijaya, Sujarwo mengatakan bahwa pengembangan sorgum sebagai penguatan pangan nasional merupakan langkah yang sangat tepat karena komoditas tersebut merupakan komoditas asli Indonesia yang bisa menekan tingginya impor gandum.

Sujarwo mengatakan, Indonesia memiliki potensi subtitusi pangan lokal yang dapat dikembangkan secara luas di seluruh daerah. Hal ini menjadi kunci sekaligus solusi dalam mengantisipasi kemungkinan adanya krisis pangan global.

Apalagi, menurut Sujarwo, kondisi geopolitik dunia dalam keadaan kurang baik, mengingat perang Rusia dan Ukraina terus berlangsung sehingga berdampak luas terhadap ketahanan pangan global. Termasuk kondisi pangan nasional yang memiliki kebutuhan gandum cukup banyak.

Baca juga
Mentan SYL Dorong Varietas Unggul Tingkatkan Produksi Padi Nasional

“Saya bilang ini langkah tepat karena kebutuhan pangan bisa kita penuhi dari dalam negeri. Saya juga melihat pertanian Indonesia sudah mulai berkembang mengingat semakin banyaknya intervensi teknologi dan mekanisasi,” jelasnya.

Tinggalkan Komentar