Jumat, 07 Oktober 2022
11 Rabi'ul Awwal 1444

Israel Gempur Gaza, Iran Siagakan Kekuatan

Senin, 08 Agu 2022 - 17:37 WIB
Israel Iran
(AP Photo)

Israel membombardir Jalur Gaza sejak Jumat (5/8/2022). Iran mengumumkan mulai menyiapkan kekuatan militernya untuk bersiap-siap melancarkan aksi balasan.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Kepala Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Mayor Jenderal Hossein Salami.

“Hari ini, semua kemampuan jihad anti-Zionis berada di lokasi dalam formasi bersatu yang berjuang untuk membebaskan Yerusalem dan menegakkan hak-hak rakyat Palestina,” kata Salami kepada perwakilan kelompok jihad Islam Palestina, Ziad Al-Nakhda, dalam pertemuan di Tehran, Iran, Sabtu (6/8/2022).

“Kami bersama kalian dalam jalan ini hingga akhir. Biarkan Palestina dan rakyat Palestina tahu bahwa mereka tidak akan sendiri,” imbuhnya.

Baca juga
Bicara di PBB, Menlu Retno Tegaskan Indonesia Teguh Dukung Palestina

Salami juga menegaskan Israel akan membayar mahal atas aksinya menggempur Gaza yang menewaskan 44 orang termasuk 15 anak-anak. Di antara yang meninggal dunia adalah dua pemimpin senior Jihad Islam Palestina.

Pejuang besar Taysir al-Jabari ‘Abu Mahmoud’, komandan Brigade Al-Quds di wilayah utara Jalur Gaza meninggal dalam serangan itu. Anggota dewan keamanan dan komandan senior wilayah selatan Jalur Gaza, Khaled Mansour, juga ikut tewas dalam serangan udara Israel tersebut.

“Israel akan membayar harga mahal lainnya untuk kejahatan baru-baru ini,” kata Kepala Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran Hossein Salami, seperti diberitakan Al Jazeera.

“Perlawanan Palestina lebih kuat hari ini daripada sebelumnya. Kelompok-kelompok bersenjata sudah menemukan kemampuan untuk mengelola perang besar,” tuturnya.

Baca juga
Aparat Israel Kembali Tembaki Warga Palestina

Militer Israel sebelumnya menyatakan serangan udara ke Jalur Gaza Palestina dilancarkan sebagai bagian dari operasi militer untuk mencegah rencana serangan kelompok milisi jihad ke wilayah mereka.

Perdana Menteri Israel Yair Lapid mengatakan operasi pencegahan diperlukan berdasarkan informasi intelijen bahwa kelompok Jihad Islam merencanakan serangan ke wilayah mereka.

Tinggalkan Komentar