Kamis, 11 Agustus 2022
13 Muharram 1444

Istri Raja Narkotika Dunia Divonis Bersalah, dari Penjara Sampai Denda

Kamis, 02 Des 2021 - 10:58 WIB
Penulis : Ivan Setyadhi
Emma Coronel Aispuro - inilah.com
Emma Coronel Aispuro

Hakim Pengadilan Federal di Washington Amerika Serikat menjatuhi hukuman terhadap istri raja narkoba Meksiko selama tiga tahun penjara. Emma Coronel Aispuro, 32 tahun adalah istri gembong narkoba Joaquin Guzman atau El Chapo.

Emma adalah mantan ratu kecantikan dari meksiko. Sedangkan suaminya mendapat julukan raja narkoba dunia.

Emma Coronel Aispuro resmi dijatuhi hukuman penjara selama tiga tahun oleh Pengadilan Washington D. C, setelah terbukti terlibat dalam membantu suaminya, termasuk membantu operasional organisasi Kartel Sinaloa.

Sebelum divonis hukuman, Hakim Rudolph Cotreras mempersilakan Emma Coronel untuk menunjukkan kebaikannya demi mengurangi hukuman yang akan diberikan. Pada kesempatan itu, Emma mengungkapkan penyesalannya.

“Dengan segala hormat, saya mengucapkan penyesalan yang amat dalam terkait semua tindakan buruk yang telah saya lakukan. Saya juga meminta kepada seluruh rakyat di negeri ini untuk memaafkan saya” ungkap Emma.

Mulanya Emma Coronel sempat dituntut hukuman10 tahun penjara, tapi pihak kejaksaan mengurangi tuntutannya menjadi empat tahun penjara. Hal ini dilakukan lantaran ia tidak memiliki catatan kriminal dan tidak termasuk pemimpin organisasi itu serta tidak terlibat dalam aksi kekerasan yang dilakukan kartel tersebut.

Meskipun demikian, hakim memintanya untuk membayar denda sebesar 1,5 juta dolar AS atau senilai dengan Rp21,5 miliar seperti di lansir DW.

Emma adalah mantan ratu kecantikan kelahiran AS yang menikahi Guzman saat masih remaja. Dia ditangkap di Bandara Internasional Dulles di luar Washington pada Februari.

Emma mengaku sebagai kurir antara Guzman dan anggota kartel Sinaloa lainnya. Saat itu Guzman sedang ditahan di penjara Altiplano Meksiko setelah ditangkap pada 2014.

Berbekal hubungan tersebut, Guzman merencanakan pelariannya tahun 2015 dari penjara, melalui terowongan bawah tanah. Terowongan itu dibangun oleh kartel yang mengarah ke pancuran di selnya.

Raja narkoba Guzman ditangkap kembali pada Januari 2016 dan diekstradisi satu tahun kemudian ke Amerika Serikat. Dia dinyatakan bersalah pada Februari 2019 atas perdagangan narkoba, konspirasi, penculikan, pembunuhan, dan tuduhan lainnya. Atas kejahatannya dia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan ditempatkan di ADX Florence, Colorado, AS.

Sementara itu, ayahnya sudah divonis hukuman penjara di Meksiko lantaran terlibat penyelundupan senjata di tahun 2017. Sedangkan pamannya, Ignacio Coronel Villarreal yang termasuk salah satu orang paling dicari di Meksiko sudah tewas usai beradu tembak dengan Tentara Meksiko di tahun 2010 silam, dilaporkan dari BBC.

Tinggalkan Komentar