Sabtu, 28 Mei 2022
27 Syawal 1443

Isu Penundaan Pemilu Hanya Kepentingan Individu, Bukan Kehendak Publik

Penundaan Pemilu Hanya Kepentingan Individu, Bukan Kehendak Publik - inilah.com
Penundaan Pemilu Hanya Kepentingan Individu, Bukan Kehendak Publik (Dokumen Kontras.org)

Isu penundaan pemilu ditenggarai hanyalah permainan kata-kata dari para elit petinggi partai politik dan bukan aspirasi publik.

Hal itu seperti disampaikan pakar komunikasi politik Antonius Benny Susetyo, dalam segmen ‘Jangan Julid Bosque Bersama Om Ben’, dengan judul “ISU PENUNDAAN PEMILU, HANYA SEKEDAR PERMAINAN POLITIK?” di kanal Youtube Rumah Kebudayaan Nusantara (RKN), Sabtu (12/3/2022).

“Ini permainan kata-kata untuk mencapai tujuan para elit politik, yaitu menaikkan bargaining posisinya. Ini bukan aspirasi publik; ini hanya demi kepentingan individu para petinggi partai politik,” ujarnya.

Menurut Benny, jelas sudah para petinggi partai politik tersebutlah yang diuntungkan dalam isu ini.”Ini permainan, segelintir orang mencoba mencari muka kepada pemegang kekuasaan, dan ini dapat menyebabkan situasi tidak menyenangkan di masyarakat, disaat (masyarakat) tidak menerima hal ini,” tegasnya.

Baca juga
Luhut Tak Hadir, Mediasi dengan Haris-Fatia Batal

Benny pun menilai, alasan yang disampaikan perihal penundaan pemilu adalah alasan yang dibuat-buat untuk menjadi daya tarik dan penawaran menarik kepada publik.”Alasannya karena pandemi COVID-19 yang melumpuhkan perekonomian. Padahal, publik menginginkan konstitusi dijalankan sesuai dengan hukum yang berlaku, dan harusnya, hal ini yang menjadi perhatian dari elit politik,” katanya.

Benny menegaskan keinginan para elit politik adalah penyebab isu penundaan pemilu ini dihembuskan ke publik.

“Elit politik menginginkan status quo, kepentingan pragmatisme. Dengan mewacanakan hal ini, mereka mendapatkan panggung, mendapatkan sambutan dari masyarakat. Tetapi, jelas isu ini mengkhianati demokrasi dan tidak menjaga kemurnian konstitusi Indonesia,” jelasnya.

Baca juga
Diperiksa KPK, Andi Arief Mengaku Ditanya Soal Musda Demokrat

Elit politik seharusnya menciptakan kepercayaan publik, dan mampu memberikan kepastian kepada masyarakat. Jika diteruskan, publik tidak lagi percaya dengan sistem, dan ini bentuk pengkhianatan terhadap cita-cita reformasi dan konstitusi.

Benny pun menutup pernyataannya dengan menyatakan bahwa isu penundaan pemilu ini hanya sekedar permainan elit politik.”Isu ini akan hilang sendirinya karena tidak ada dukungan publik, dan Presiden juga tidak menghendaki perpanjangan masa jabatan,” tuturnya.

“Memang, menurut survei, masyarakat puas dengan pemerintahan Presiden Jokowi, tetapi masyarakat tidak menghendaki perpanjangan jabatan presiden. Elit politik salah membaca aspirasi publik ini. Jika (aspirasi publik) terus dilawan, elit politik akan bunuh diri, terjungkir karena permainan kata-katanya sendiri,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar