Jumat, 01 Juli 2022
03 1444

Isu Reshuffle, Ekonom Milenial Sebut Enam Pekerjaan Prioritas Menteri Perdagangan

Selasa, 14 Jun 2022 - 22:37 WIB
Ekonom Milenial Sebut Enam Pekerjaan Prioritas Menteri Perdagangan
Direktur Celios, Bhima Yudhistira Padmanegara. (Kumparan).

Ekonom milenial, Bhima Yudhistira Adhinegara menyebut sejumlah tugas prioritas untuk Menteri Perdagangan (Mendag) yang kabarnya bakal berpindah dari M Lutfi ke Ketum PAN, Zulkifli Hasan.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) ini, menyebut enam poin penting yang harus segera dilakukan mendag. Pertama, menyelesaikan masalah rantai distribusi pangan khususnya minyak goreng (migor).

“Kedua, melakukan pembersihan di internal mendag khususnya pejabat yang menangani izin ekspor impor pangan,” beber Bhima kepada Inilah.com, Jakarta, Selasa (14/6/2022).

Ketiga, lanjut Bhima, mendag anyar perlu segera melakukan sinkronisasi data dengan lembaga lain. Sehingga kebijakan bisa lebih terintegrasi. “Keempat, memperluas pasar ekspor ke negara alternatif melalui intelijen pasar dan koordinasi dengan atase perdagangan maupun kedutaan besar di negara potensial,” ungkapnya.

Baca juga
Tawarkan Konsep Islam Tengah, Elektabilitas PAN dan Zulhas Meningkat

Kelima, kata alumni UGM ini, evaluasi perjanjian perdagangan bebas yang merugikan daya saing indonesia. “Terakhir adalah mengatur porsi barang impor di e-commerce,” papar Bhima.

Informasi terkait pergantian Mendag dari M Lutfi ke Zulkifli Hasan (Zulhas), diperoleh Inilah.com dari sumber di Istana Presiden, Jakarta, Selasa. Kabarnya, prosesi pelantikannya sudah ditentukan pada Rabu (15/6/2022), pukul 13.30 WIB.

Sebelumnya, politisi PAN, Drajad Wibowo menyebutkan, Jokowi bakal merombak kabinet pada Rabu (15/6/2022) yang disebutnya bertepatan dengan Rabu Pahing, Wuku Kuningan.

Dia mengaku mendengar informasi Zulhas bakal menjabat menteri. “Saya tidak tahu benar tidaknya. Yang jelas sahabat saya itu belum bicara soal reshuffle,” kata dia.

Baca juga
Ramadan hingga Lebaran, BRIN: Harga Bahan Pokok Stabil

Dradjad melanjutkan, selain satu slot menteri, PAN kemungkinan bakal mendapat satu jabatan Wakil Menteri (Wamen). “Spekulasi sekarang ini bahkan menyebut akan ada nama besar yang diberhentikan dari kabinet, yang mungkin akan memicu efek domino politik nasional,” ujar Ketua Dewan Pakar PAN. [ikh]

Tinggalkan Komentar