Italia Gaya Baru ala Gattuso, Estonia Jadi Korban 5-0

Mateo Retegui dari Italia merayakan gol kedua timnya bersama rekan-rekan setimnya dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 antara Italia dan Estonia di Stadio di Bergamo pada 5 September 2025 di Bergamo, Italia. (Foto: Mattia Ozbot/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Gennaro Gattuso menegaskan Italia tidak bisa hanya mengandalkan kualitas individu jika ingin melangkah jauh di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Sang pelatih baru meminta Gli Azzurri kembali menemukan semangat juang yang selama ini jadi ciri khas mereka.
Pesan itu disampaikan Gattuso usai debut manisnya sebagai pelatih Italia dengan kemenangan telak 5-0 atas Estonia di Stadio di Bergamo, Jumat (5/9) waktu setempat. Gol-gol kemenangan lahir dari Moise Kean, dwigol Mateo Retegui, Giacomo Raspadori, dan Alessandro Bastoni.
“Saya selalu bilang, tim ini punya kualitas. Tapi kualitas saja tidak cukup. Italia harus menyerang bola, menekan dengan keras, menunjukkan lapar. Kita pernah jadi ‘master’ dalam hal itu, dan kita harus menemukannya lagi,” ujar Gattuso kepada Sky Sport Italia.
Berbeda dengan era Luciano Spalletti, Gattuso langsung berani mengubah skema ke formasi 4-2-3-1 dengan menurunkan banyak penyerang sejak awal. Ia mengakui langkah itu penuh risiko, namun terbayar dengan intensitas permainan di babak kedua.
Meski debutnya berakhir manis, Gattuso mengaku sempat khawatir saat laga masih imbang tanpa gol hingga turun minum.
“Saya takut tim akan tegang, tapi justru mereka tetap tenang dan konsisten,” katanya.
Momen emosional juga mewarnai debutnya. Gattuso sempat larut saat menyanyikan lagu kebangsaan Italia, mengenang kejayaan sebagai juara dunia 2006. Ia bahkan mendedikasikan kemenangan ini untuk keluarganya.
“Istri saya sudah menemani sejak 1997. Saya tahu betapa beratnya hidup bersama saya. Jadi kemenangan ini untuk dia dan anak-anak,” ucapnya.
Italia sendiri masih tertinggal dari pemuncak klasemen sementara Grup Kualifikasi, Norwegia, yang mengoleksi 12 poin sempurna dari empat laga. Setelah Estonia, Italia akan menghadapi Israel di Debrecen, Hungaria, Senin mendatang.
Laga kontra Israel disebut Gattuso sebagai “situasi sulit” karena tekanan politik dan desakan agar Israel ditangguhkan dari UEFA serta FIFA imbas konflik Gaza.
“Saya orang yang cinta damai. Melihat warga sipil dan anak-anak menderita sungguh menyakitkan. Sayangnya, kami hanya tidak beruntung satu grup dengan Israel. Tak banyak yang bisa kami lakukan,” pungkasnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.