https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   27 September 2021 - 14:44 wib

Ramai Soal Warkopi Plagiat Warkop DKI, Bagaimana Aturan Hukumnya?

IXU
berita-headline

(ist)

Polemik terkait hak cipta yang melibatkan salah satu grup legendaris, Warkop DKI menarik perhatian masyarakat dalam beberapa hari belakangan. 

Nama Warkopi yang menjadi sorotan mulai dibicarakan publik terkait kemiripannya, bahkan menjadi trending  di beberapa pencarian di Twitter setelah pihaknya ditegur oleh Indro dan Pihak Warkop DKI mengenai hak cipta. Lalu bagaimana sebenarnya aturan hukum yang berlaku?

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM (DJKI) Freddy Harris menyebutkan bahwa kemunculan Warkopi haruslah memiliki ijin, karena sebelumnya sudah ada Warkop DKI yang sudah memiliki merek dagang. 

Menurut Freddy, grup Warkopi tidak tercatat memiliki pendaftaran merek dan seharusnya meminta izin terlebih dahulu kepada Lembaga Warkop DKI sebagai pemegang hak eksklusif yang sah apabila ingin menggunakan merek tersebut.

“Kalau dilihat dari hak ciptanya, ketiga anak muda itu menggunakan nama Kasino, Dono, dan Indro, tentunya ini harus izin. Kalau Warkopi dijadikan merek dagang, tentu tidak boleh tanpa izin karena Warkop DKI sudah punya merek,” kata Freddy saat konferensi pers virtual.

Beberapa waktu belakangan kehadiran tiga orang pemuda yang mirip dengan personel Warkop DKI, yakni Alfin Dwi Krisnandi, Alfred Dimas Kusnandi, dan Sepriadi Chaniago yang tergabung dalam grup manajemen Warkopi menjadi perbincangan publik belakangan ini. Warkopi telah membuat beberapa film pendek di YouTube dan Instagram, serta 

Terkait dengan hal itu, Freddy menyebutkan kelompok ini harus memiliki ijin tertulis karena terkait dengan hak kekayaan intelektual.

“Yang paling penting izinnya secara tertulis. Hak kekayaan intelektual berkaitan dengan nilai ekonomi. Kalau tidak ada nilai ekonominya mungkin ya sudah tidak apa-apa, tapi yang terjadi mereka bertiga akan mendapatkan misalnya honor, kontrak panggung, dan sebagainya, itu yang seharusnya diatur,” tambah Freddy.

Ia mengatakan Warkop DKI telah menguasai merek dengan nomor agenda IDM000047322, IDM000551495, IDM000557440, dan IDM000557441.

Keempat merek tersebut secara eksklusif mengkomersilkan jasa-jasa hiburan, penyediaan latihan, penyewaan lahan olahraga, sarana olahraga dan aktivitas kebudayaan, jasa-jasa group hiburan atau pendidikan, penerbitan buku, jasa-jasa pendidikan, produksi film, penyelenggaraan pameran untuk tujuan kebudayaan dan pendidikan.

Selain itu, merek Warkop DKI juga meliputi penyajian pertunjukan hidup, organisasi pertunjukan, memproduksi pagelaran, jasa studio rekaman, penyewaan dekor pertunjukan, hiburan televisi, penerbitan naskah selain untuk iklan atau publisitas, studio film; barang-barang cetakan; kertas pembungkus; lukisan; galeri; showroom; kafe; katering makanan/minuman; dan restoran.

Dari kacamata pelindungan ciptaan, Freddy mengatakan Warkopi berpotensi melanggar hak cipta apabila mereka membuat cerita dan penampilan dalam suatu media, atau dalam bentuk film dengan mengambil skenario dari film-film komedi yang telah ada sebelumnya.

Warkop DKI sendiri memiliki hak cipta yang dilindungi, yaitu karya film komedi yang dilindungi sebagai ciptaan sinematografi. Hak tersebut berupa hak moral atas karya pertunjukkan.

Selain itu, terdapat hak ekonomi atas potret atau foto-foto mereka dalam penampilan dalam berbagai media serta hak ekonomi atas film-film komedi dan hak pelaku pertunjukan atas film-film Warkop DKI dipegang oleh produser film.

Freddy juga menekankan bahwa pemegang hak eksklusif merek harus memastikan kembali jika masa periode perlindungan kekayaan intelektual telah berakhir dan mendaftarkan kembali mereknya melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

“Beberapa orang kerap lupa, mereka menganggap mereknya itu seumur hidup. Padahal tidak begitu, kalau mereknya lewat masa periode tidak didaftarkan kembali, orang lain nanti boleh memakai,” katanya.

Untuk menghindari pelanggaran hak kekayaan intelektual dari ciptaan, masyarakat kini dapat mendaftarkan ciptaan maupun mereknya secara daring di situs resmi DJKI, yakni dgip.go.id.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Inersia

Warkop DKI Sayangkan Permintaan Maaf Warkopi Lewat Media Sosial

Lembaga Warkop DKI melalui Satrio Sarwo Trengginas, anak dari komedian Dono menyayangkan perminta
berita-headline

IXU

Solusi Mediasi Sengketa Merek dengan Nama Domain

Berkembangnya bisnis online di Indonesia tentunya dibarengi dengan makin banyaknya nama domain te
berita-headline

Inersia

Warkop DKI Minta Warkopi Ganti Nama Lain

Lembaga Warkop DKI meminta kepada trio Warkopi untuk segera mengganti namanya, setidaknya paling
berita-headline

Viral

Alfin Warkopi Berharap Bertemu Indro Warkop

Kontroversi keberadaan Warkopi, grup yang kerap tampil memiliki kemiripan dengan legenda komedian
berita-headline

Viral

Kontroversi Warkopi, Warkop DKI Rugi

Warkop DKI mengakui rugi dengan adanya kemunculan grup Warkopi, yang belakangan viral menjadi per