https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   29 August 2021 - 13:16 wib

Perlukah Vaksin Booster? Dengan Vaksin Biasa Apa Bedanya ?

IXU
berita-headline

Foto: Istimewa

Perlukah vaksin booster?  Dengan vaksin biasa apa bedanya? Siapa saja yang akan mendapatkan vaksin booster?

Jawaban :

Program vaksinasi merata di Indonesia mencegah penyebaran covid-19 terus digelar. Pemerintah juga sedang merencanakan vaksin booster kepada tenaga kesehatan. 

Perlu memahami vaksin booster covid-19 merupakan vaksin dosis ketiga yang diberikan dengan tujuan memperkuat vaksinasi sebelumnya.

Vaksin ini bekerja sesuai dengan namanya, yaitu untuk menaikkan respons kekebalan tubuh terhadap patogen tertentu setelah menerima dosis vaksin awal. Hakikatnya ada dua skenario yang membuat seseorang membutuhkan vaksin booster untuk penyakit Covid-19, yaitu untuk memperpanjang perlindungan pasca vaksin sebagai langkah penguat dan mencegah penularan dari varian virus corona yang telah bermutasi.

Waktu suport vaksin booster  tergantung pada jenis vaksinnya. Seseorang mungkin bisa mendapatkan vaksin boosternya hanya dalam waktu beberapa minggu, namun orang lainnya bisa mendapatkan vaksin booster setahun mendapatkan suntik vaksin dosis pertamanya.

Ahli imunologi dari Washington University, Ali Ellebedy, memaparkan cara kerja vaksin booster memperkuat dosis vaksin sebelumnya.

Pertama, sistem imun tubuh akan mempelajari virus yang masuk ke tubuh dan membentuk sejumlah antibodi. Walau demikian dengan berjalannya waktu, efektivitas antibodi bakal menurun.

Kendati antibodi menurun, tubuh masih mampu mengingat  yang pernah terjadi saat pembentukan antibodi, khususnya pada sel tertentu. Kita sebut saja sel B.

Saat mendapat vaksin booster, sel-sel seseorang akan berlipat ganda dan meningkatkan kadar antibodi yang ada di dalam tubuh.

Dalam prosesnya jumlah antibodi  bakal kembali menurun, namun berbeda dengan sebelumnya. Ingatan pada sel-sel B yang sebelumnya akan menjadi lebih besar.

Memori inilah yang akan membantu sistem imun tubuh bereaksi ketika melawan virus sesungguhnya dengan lebih cepat dan kuat.

Selain memori, vaksin booster juga memiliki peran lain, yakni dalam proses dimana sel B yang sudah mengenal vaksin akan berpindah ke kelenjar getah bening. Lalu bermutasi dan menghasilkan antibodi yang jauh lebih kuat untuk melawan virus.

Saat ini belum ada kepastian dari para ahli tentang vaksin booster. Sebagian beranggapan perlu indikator efektivitas vaksin guna memutuskan apakah vaksin booster diperlukan atau tidak. 

Sebagian lagi berpendapat pemberian vaksin booster sebaiknya diberikan kepada golongan tertentu agar lebih bermanfaat. Seperti yang kondisi medis tertentu. Contohnya penerima transplantasi organ atau penderita penyakit autoimun.

WHO berpendapat, daripada memberikan vaksin booster baiknya fokus memastikan vaksinasi tersebar merata ke seluruh masyarakat, khususnya yang belum pernah divaksin. 

Pemerintah Indonesia sudah  merencanakan program pemberian vaksin booster covid-19 dengan menggunakan vaksin Moderna atau Mrna-1273. 

Pada intinya kita berharap vaksin booster dapat bekerja secara efektif sehingga para tenaga kesehatan sebagai garda terdepan melawan virus. Demikian dikutip dari berbagai sumber.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Kasus Diduga Kabur Karantina Sedang Diusut, Rachel Vennya Akhirnya Minta Maaf

Masyarakat dihebohkan dengan kabar selebgram Rachel Vennya diduga kabur dari masa karantina Covid
berita-headline

Viral

Penerima Vaksinasi Lengkap COVID-19 di Indonesia Capai 62.166.916 Juta Orang

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan bahwa penerima vaksinasi lengkap COVID-19 (dosis pert
berita-headline

Viral

CT Value Rendah Tidak Bisa Gambarkan Varian Baru Mu?

Sebuah fenomena aneh yang terjadi pada sejumlah pasien covid-19 di Rumah Sakit Lapangan Indrapura
berita-headline

Inersia

Inilah Dampak Memaksakan Revenge Travel saat Pandemi

Revenge travel adalah fenomena balas dendam rekreasi akibat jenuhnya pembatasan sosial, ya
berita-headline

Inersia

Dampak Anak Penyintas Covid-19 Berpengaruh pada Konsentrasi

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa salah satu kondisi yang kerap dialami penyintas