Rabu, 01 Februari 2023
10 Rajab 1444

Jadi Momok Semua Negara, Jokowi Minta Kepala Daerah Pelototi Inflasi dari Jam ke Jam

Kamis, 01 Des 2022 - 12:33 WIB
Penulis : Wiguna Taher
Jokowi - inilah.com
Presiden Jokowi saat menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah tahun 2023 kepada Mendagri Tito Karnavian di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/12/2022). (Foto: Antara/Indra Arief Pribadi)

Laju Inflasi akibat kenaikan harga kebutuhan pokok belakangan menjadi momok hampir di semua negara. Karena itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta gubernur, bupati, wali kota untuk memperhatikan pergerakan inflasi dari jam ke jam.

“Saya minta perhatikan dari waktu ke waktu, dari jam ke jam, pergerakan angka inflasi di daerah masing-masing. Ini penting sekali,” kata Jokowi saat menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah tahun 2023 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/12/2022).

Jokowi mengatakan ancaman kenaikan inflasi menjadi salah satu tantangan perekonomian domestik maupun global pada tahun depan. Karena itu, para kepala daerah diminta turut berupaya keras mengendalikan pasokan dan stok barang dan jasa di daerah masing-masing.

Baca juga
Inflasi Jatim Terkendali, Khofifah Jago Moneter Disebut Sekelas Merkel

“Ini momok semua negara. Inflasi. Sekali lagi, perhatikan pergerakan angka inflasi di daerah masing-masing,” pinta Jokowi.

Selain kepada kepala daerah, Jokowi juga turut meminta kepada kementerian dan lembaga non-kementerian untuk mempercepat realisasi belanja khususnya belanja modal dan sosial di APBN dan APBN 2023. “Saya minta percepat realisasi belanja,” kata Jokowi.

Jokowi juga meminta seluruh kementerian/lembaga dan pemda untuk memiliki kepekaan terhadap krisis dan selalu waspada dengan ketidakpastian global. Para pejabat pemerintah pusat dan daerah, kata dia, harus memahami bahwa saat ini dunia sedang berada dalam kondisi yang tak baik-baik saja.

Baca juga
Jokowi Mulai Siapkan Anggaran untuk Pelaksanaan Pemilu 2024

“Semuanya harus betul-betul siap atas segala berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi, yang tanpa kita prediksi, yang tanpa kita hitung semuanya. Bukan hanya untuk mampu bertahan, tapi juga bisa memanfaatkan setiap peluang yang ada,” kata dia.

APBN 2023 yang telah disepakati pemerintah dan DPR mencakup belanja negara sebesar Rp3.016,2 triliun dan pendapatan negara Rp2.463,0 triliun, dengan defisit Rp598,2 triliun atau 2,84 persen Produk Domestik Bruto (PDB). (Ant)

Tinggalkan Komentar