Rabu, 28 September 2022
02 Rabi'ul Awwal 1444

Jadi Pelanggan Video Dea OnlyFans, Marshel Akui Dirinya Memang Nakal

Rabu, 06 Apr 2022 - 20:14 WIB
Diduga jadi Pelanggan Video Dea OnlyFans, Marshel Akui Dirinya Memang Nakal
Diduga jadi Pelanggan Video Dea OnlyFans, Marshel Akui Dirinya Memang Nakal

Komika Marshel Widianto akhirnya memberi klarifikasi setelah namanya dikaitkan dengan video porno Dea OnlyFans.

Komedian berinisial ‘M’ sebelumnya ramai jadi pemberitaan karena menjadi pelanggan setia adegan syur Dea di platform OnlyFans.

Seiring terbitnya surat pemanggilan dari pihak Kepolisian, Marshel secara spontan memberikan klarifikasi serta permintaan maaf melalui Instagram pribadinya.

“Maafkan kenakalanku ya teman-teman. Aku memang nakal, tapi enggak mau kriminal,” tulis Marshel di Instagram, Rabu (6/4/2022).

“Sampai jumpa besok pukul 10 pagi ya,” tambahnya.

Insta Story Marshel Widianto
Insta Story Marshel Widianto beri klarifikasi soal video Dea OnlyFans

Unggahan Marshel lantas dipenuhi komentar sederet aktris ternama. Banyak diantara akun selebrity memberi dukungan terhadap Marshel.

Baca juga
Tak Tahu Videonya Disebar Dea, jadi Alasan Dicky Belum Tersangka

“Semangat sell namanya cowo, single pula wajar,” tulis komentar @ifanseventeen.

“Santai sel, semongkow,” ucap @sintyamarisca.

“Lho gapapa namanya juga laki,” ujar @akbarrais

Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Auliansyah Lubis sebelumnya menuturkan komedian dengan inisial M telah teridentifikasi menyimpan google drive yang berisikan 76 video serta sejumlah foto syur milik Dea.

Kabarnya Marshel akan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian di Polda Metro Jaya pada, Kamis 7 April pukul 10.00 WIB.

Adapun Dea Onlyfans telah ditetapkan oleh Polda Metro Jaya sebagai tersangka atas kasus pornografi pada 26 Maret 2022 lalu.

Dea dijerat dengan Pasal 27 Ayat (1) Juncto Pasal 45 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 4 Ayat (1) Juncto Pasal 29 dan atau Pasal 4 Ayat (2) Juncto Pasal 30 dan atau Pasal 8 Juncto Pasal 34 dan atau Pasal 9 Juncto Pasal 35 dan atau Pasal 10 Juncto Pasal 36 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Tinggalkan Komentar