Selasa, 16 Agustus 2022
18 Muharram 1444

Jadi Tersangka, 6 Karyawan Holywings Terancam 10 Tahun Penjara

Sabtu, 25 Jun 2022 - 02:10 WIB
Jadi Tersangka, 6 Karyawan Holywings Terancam 10 Tahun Penjara
Penetapan tersangka 6 karyawan holywings

Polres Metro Jakarta Selatan menetapkan enam orang karyawan Holywings sebagai tersangka kasus berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) terkait promosi minuman keras (miras) gratis dengan nama ‘Muhammad-Maria’.

Dengan pasal dugaan penistaan agama, enam orang yang terdiri dari admin hingga direktur itu bakal terancam penjara hingga 10 tahun penjara.

“Kami menerapkan bahwa diduga telah terjadi tindak pidana dengan sengaja menyiarkan berita bohong yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan rakyat. Juga terkait dugaan tindak pidana dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan kebencian atau penghinaan terhadap suatu golongan, penyalahgunaan penodaan terhadap suatu agama yang ada di Indonesia dengan ancaman hukuman paling tinggi 10 tahun penjara,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Pol Budhi Herdi, Jakarta, Jumat (24/6/2022).

Baca juga
Menkes Ungkap Temuan Kasus Omicron di Indonesia Tanpa Gejala

Keenam tersangka merupakan EJD (27) selaku Direktur Kreatif, NDP (36) selaku Head Tim Promotion, DAD (27) sebagai desain grafis, EA (22) selaku admin tim promosi, AAB (25) selaku sosial media officer, dan AAM (25) sebagai admin tim promo yang betugas memberikan permintaan ke tim kreatif.

Kemudian, barang bukti yang disita polisi yakni tangkap layar (screenshot) unggahan akun resmi Holywings, satu unit mesin atau PC komputer, satu buah telepon seluler, satu buah eksternal hardisk dan satu buah laptop.

Adapun motif dari para tersangka dalam membuat konten tersebut adalah untuk menarik pengunjung datang ke gerai yang kurang pengunjung.

Baca juga
Tiga Ketum Ada di Kabinet, KIB Makin Solid Dukung Pemerintah

“Mereka membuat konten tersebut untuk menarik pengunjung datang ke gerai khususnya di gerai yang presentase penjualannya di bawah target 60 persen,” tuturnya.

Keenam tersangka tersebut dijerat pasal pasal 14 ayat 1 dan 2 UU No. 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, khususnya pasal menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, pasal 156 atau pasal 156a KUHP yang pokoknya bersifat permusuhan, penyalah-gunaan atau penodaan terhadap suatu agama.

Juga pasal 28 ayat 2 UU ITE tentang menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Tinggalkan Komentar