Jaga Pasokan Gas di Sumatera, Subholding Gas Pertamina Teken 9 Perjanjian Dagang

Pgn - inilah.com

PT Perusahaan Gas Negara (Persero/PGN)  Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina berkomitmen menjadi bagian dari solusi energi berkelanjutan. Turut berpartisipasi dalam The 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2021 yang diselenggarakan SKK Migas.

Pada IOG 2021, Subholding Gas Pertamina melakukan penandatanganan Gas Sales Agreement (GSA)/Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dan Letter of Agreement (LoA) dengan produsen hulu untuk mendukung daya saing industri dan menjaga ketahanan pasokan gas bumi.

Subholding Gas Pertamina (PGN, Pertamina Gas, dan Pertagas Niaga) dan PT Pertamina Hulu Energi Jambi Merang (PHE Jambi Merang) menandatangani GSA, dengan total volume sebesar 34,8 BBTUD. Gas bumi dari PHE Jambi Merang akan digunakan untuk kebutuhan pelanggan di sektor lifting minyak dan gas bumi, kilang, kelistarikan, dan industri di wilayah Sumatera Tengah, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat. GSA ditandatangani Direktur PHE Jambi Merang Jaffee Arizon, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Heru Setiawan, Direktur Utama Pertagas Wiko Migantoro, dan Direktur Utama Pertagas Niaga Aminuddin.

Baca juga  Karakteristik Masyarakat Beragam, BRI Terapkan Strategi ‘Hybrid Bank’

Selain itu, PGN dan Saka Energi Muriah Limited menandatangani PJBG untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di sektor kelistrikan dan industri di wilayah Jawa dengan volume 10 – 12 BBTUD dari Wilayah Kerja Muriah.

Antara PGN dengan ConocoPhillips Grissik Limited (CPGL) dan Medco Energi Madura Offshore Pty Ltd (Medco) juga menandatangani LoA untuk implementasi Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) atas Kepmen ESDM 135K/ 2021 dan 134K/ 2021.

Adapun rincian dokumen LoA antara PGN dengan mitra produsen hulu yang ditandatangani, LoA antara PGN dan CPGL SSWJ; LoA antara PGN dan CPGL Batam I; LoA antara PGN dan CPGL Batam III; LoA antara PGN dan CPGL Dumai; LoA antara PGN dan CPGL RU Dumai.

Baca juga  Proyek Kereta China Mundur 2 Kali, Biayanya Pasti Bengkak Triliunan Lagi

Dan, LoA antara PGN dan Medco Maleo; LoA antara PGN dan Medco Meliwis. “Pasca transformasi, Subholding Gas mengintegrasikan infrastruktur dari Sumatera bagian utara hingga Jawa Timur agar penyaluran gas bumi ke berbagai segmen semakin fleksibel dan handal. Dari forum ini, kami berharap volume gas bumi yang disepakati dapat dimonetisasi secara optimal yang akan diutilisasi di sektor rumah tangga, industri, hingga pembangkit listrik yang dapat menciptakan multiplier effect bagi perekonomian nasional,” ujar Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Heru Setiawan.

Selanjutnya dia mengapresiasi dukungan banyak pihak, terutama Kementerian ESDM, Dirjen Migas dan SKK Migas. Sehingga, permintaan gas bumi menjadi salah satu prioritas industri hulu migas. “Semoga dapat menjadi upaya bersama untuk memajukan investasi sektor hulu migas dan pembangunan ekonomi Indonesia,” pungkas Heru.

Tinggalkan Komentar