Jagung Mahal, Mendag Lutfi Sudah Prediksi, Masalahnya Stok Memang Tak Cukup

Jagung Mahal, Mendag Lutfi Sudah Prediksi, Masalahnya Stok Memang Tak Cukup  - inilah.com

Hari-hari ini, masalah jagung cukup menyalitkan para peternak ayam petelur. Lantaran jagung langka, harga bahan utama pakan ternak itu menjadi mahal. Sementara, harga telur ayam anjlok.

Alhasil, peternak ayam kompak mengalami kerugian besar. Dan, sudah banyak peternak di sentra-sentra telur ayam harus gulung tikar. Terkait masalah jagung, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi buka suara.

Dengan jelas bersuara soal harga jagung di dalam negeri yang belakangan ini tinggi dan membuat peternak menjerit.

Saat Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR, Selasa (21/9/2021), Mendag Lutfi tegas menyebut ada masalah terkait persediaan jagung.

“Masalah harga jagung, kalau kita punya sekarang 2,3 juta ton jagung, mungkin tidak harganya naik meroket seperti itu. Jadi, kalau ada barangnya, sekarang kita jangan bicara jutaan, bicara 7.000 saja tidak ada untuk kebutuhan 1 bulan di Blitar (Jawa Timur),” kata Mendag Lutfi.

Baca juga  Mendag Lutfi Sebut Presiden Jokowi Bakal Hadiri National Day Expo 2020 Dubai

Pernyataan Mendag Lutfi, langsung membuka mata banyak pihak.  Lantaran seratus delapn puluh derajat dengan keterangan dari Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi bahwa persediaan jagung nasional mencapai 2,3 juta ton.

Tersebar untuk Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) sebanyak 722 ribu ton. Lalu, di pengepul 744 ribu ton, agen 423 ribu ton, dan sisanya di usaha lain sampai eceran ke rumah tangga.

Sejatinya, kata Mendag Lutfi, Kemendag sudah memprediksi masalah ini sejak jauh-jauh hari. Bahwa harga jagung pasti akan melonjak karena itu tadi, stok minim. Atas kekhawatiran ini, kemendag telah menyurati Kemenko Perekonomian pada Maret 2021. Isinya agar mewaspadai kemungkinan melonjaknya harga jagung.

Baca juga  Hanya di 5 Kota Ini Anak-Anak Boleh Masuk Mal

Informasi, harga jagung di pasaran belakangan ini melambung jadi Rp6.000 per kilogram. Itu jauh di atas harga acuan pembelian sebesar Rp4.500 per kilogram yang ditetapkan Kementerian Perdagangan.

Anggota DPR RI Komisi VI Mufti Anam mempertanyakan kenaikan harga jagung itu.
“Fakta sebenarnya harga jagung ini sudah meningkat bahkan jauh sebelum Juni 2021 dan sudah mulai merangkak naik pada bulan Juni. Sudah melewati poin harga yang ditetapkan,” ujar Mufti.

Mufti mengingatkan agar pemerintah tidak melakukan impor sebagai jawaban atas kelangkaan dan mahalnya jagung.

“Apakah solusinya kita harus impor begitu? Tidak harapan kami karena jangan setiap persoalan yang ada di lapangan selalu solusinya impor dan impor,” pungkas Mufti.

Baca juga  Perjuangkan Ekspor Indonesia Bisa Melejit, Mendag Lutfi Kebut 23 Perjanjian Dagang

Tinggalkan Komentar