Jakarta International Stadium (JIS), dari Zero Run Off, Green Building, sampai Gigi Balang

Jakarta International Stadium (JIS), dari Zero Run Off, Green Building, sampai Gigi Balang - inilah.com
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau langsung proses pembangunan Jakarta International Stadium (JIS), (Instagram)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau langsung proses pembangunan Jakarta International Stadium (JIS). Dalam momen peninjauan itu, Anies Baswedan  menyatakan bahwa JIS akan menjadi salah satu stadion terbaik di dunia.

“Kita akan lihat-lihat ke atas stadion. Proses pembangunan JIS sekarang sudah mencapai 80%,” ujar Anies Baswedan.

Anies optimistis stadion tersebut bisa selesai pada target waktu yang sudah ditentukan.”Mudah-mudahan Desember 2021 nanti sudah selesai (proyek pengerjaan JIS),” kata Anies.

Dengan desain, bahan material, dan pengerjaan oleh sumber daya manusia yang terbaik, Anies percaya JIS akan menjadi ikon baru sepakbola Indonesia. Beragam upaya pun dilakukan demi mempercantik JIS.

Bahkan, sejumlah burung sengaja didatangkan dari Boyolali guna merawat rumput di JIS. Burung tersebut merupakan burung gagang bayam. Kehadiran burung ini dimaksudkan untuk membersihkan ulat rumput. Rumput di lapangan JIS sendiri merupakan hybrid terdiri dari 95% rumput asli dan 5% sintetis.

“Ini akan menjadi stadion kelas dunia, bahkan akan menjadi salah satu yang terbaik di dunia,” tutur Anies.

Bagian bawah lapangan Stadion JIS nantinya juga akan menggunakan Pasir Jambi. Pasir ini sudah disesuaikan agar cocok dengan rumput yang akan ditanam. Jakarta International Stadium sendiri direncanakan menjadi home base Tim Nasional (Timnas) Indonesia.

Manajer Proyek PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro, Arry Wibowo mengatakan, Jakarta International Stadium (JIS) menerapkan zero run off, yaitu meresapkan air hujan ke tanah untuk dialirkan melalui saluran air Kota Jakarta Utara (Jakut).

Mekanisme zero run off itu membuat air hujan tidak menggenangi area di Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakut. “Jadi ketika ada air hujan atau limpasan, itu tidak akan membanjiri kawasan sekitar, melainkan akan diresapkan di kawasan Jakarta International Stadium dan juga dialirkan melalui saluran kota,” ujar Arry di Jakarta.

Baca juga  Kenangan Erick Thohir di Stasiun Tebet

Debit hujan sepanjang tahun dan lain-lain juga ikut diperhitungkan saat perencanaan pembangunan stadion tersebut. Selain itu, wastafel, keran tembok maupun pancuran di ruang ganti pemain nantinya dilengkapi dengan fitur berhenti otomatis, dan setiap fitur diatur penggunaannya sesuai dengan standar umum.

Misalnya, kata Ary, standar penggunaan shower mesti di bawah sembilan liter per menit. Di JIS juga rencananya dibuatkan tangki penampungan air hujan dan penyulingannya. Sehingga air hujan bisa dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman dan rumput lapangan, termasuk flushing di toilet.

Dengan begitu JIS mampu memenuhi salah satu parameter penilaian desain bangunan ramah lingkungan (green design recognition), yaitu konservasi air (water conservation). JIS meraih predikat platinum dengan skor 91 untuk pengakuan green design recognition dari Dewan Lembaga Konsili Bangunan Hijau Indonesia (Green Building Council Indonesia/GBCI).

GBCI merupakan anggota dari Lembaga Konsili Bangunan Hijau Dunia (World Green Building Council/WGBC) yang berpusat di Toronto, Kanada dengan beranggotakan 102 negara di seluruh dunia. Penilaian greenship level platinum pada green design recognition disandarkan kepada enam parameter pemeriksaan (verifikasi).

Di antaranya, appropriate site development (ASD) memperoleh poin sebesar 12, energy efficiency and conservation (EEC) mendapatkan poin 24, water conservation (WAC) memperoleh poin 18, material resources and cycle (MRC) meraih dua poin, indoor health and comfort (IHC) mendapatkan empat poin, dan building environment management (BEM) memperoleh tiga poin.

Baca juga  Gubernur DKI Tetapkan Yana Aditya Sebagai Dirut TransJakarta

Pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta Utara juga mencerminkan budaya dalam desain bangunan utamanya. Dari filosofi ikat kepala khas Betawi, sedangkan desain bagian depannya memiliki lubang-lubang kecil dari filosofi ornamen Betawi yakni gigi balang.

“Ikat kepala khas Betawi itu bentuknya kain melingkar dan unik. Kami transformasikan dalam desain bangunan utama stadion, berupa kubah, seperti mangkok yang tidak terputus dan bentuk dasar lingkaran,” kata Arry.

Sedangkan bagian depan bangunan yang ada lubang-lubang kecil diinspirasi dari ornamen Betawi gigi balang. “Kalau sering melihat ornamen Betawi gigi balang. Itu kami ambil untuk bagian dari perforasi fasad,” katanya. Bagian muka bangunan atau fasad JIS akan memiliki perforasi yang dari jauh tampak membentuk seperti corak harimau.”Lubang-lubang itu juga stilasi dari filosofi ornamen gigi balang,” katanya.

Namun, penggunaan lubang-lubang kecil atau perforasi pada desain JIS tak sekadar untuk estetika saja, tapi juga untuk memudahkan sirkulasi udara ke dalam bangunan stadion.”Ini untuk pemenuhan green building, karena 50 persen dari komponen ini akan mengalirkan udara secara alami. Jadi udara akan masuk untuk mendinginkan, khususnya untuk area tribun,” kata Arry.

Ornamen gigi balang akan diterapkan juga pada jalur penghubung atau akses pedestrian di sisi barat dan timur JIS dan beberapa desain plafon pada bagian dalam bangunan, seperti di ruangan media dan ruang konferensi pers.”Di plafonnya, akan ada ornamen menyerupai gigi balang yang akan kami transformasikan dalam konsep interior,” katanya.

Baca juga  Resmi, Relawan Deklarasi Anies Capres 2024

Stadion JIS memiliki kapasitas sekitar 82.000 penonton di mana kapasitas ini lebih besar dari Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.

Stadion ini dikerjakan oleh PT Jakarta Propertindo dengan estimasi pembangunan 2,5 tahun yang diharapkan selesai pada akhir 2021. Adapun biaya pembangunan sebesar Rp5 triliun.

Fasilitas yang terdapat di Stadion JIS lebih mewah dibanding SUGBK. Fasilitas yang dimiliki Jakarta International Stadium akan dibuat modern dan mewah terdiri dari 3 tingkat tribun, ruang khusus VIP, ruang ganti pemain yang modern dan mewah, ramah disabilitas disertai kursi khusus disabilitas sebanyak 200 unit, lapangan latihan, rumput stadion berjenis hybrid turf, lahan parkir luas yang dapat menampung 800 mobil dan 100 bus, atap stadion yang dapat dibuka-tutup dan menerapkan green building.

Stadion ini direncanakan terintegrasi dengan moda transportasi publik seperti MRT, LRT, KRL Commuter Line, serta akses tol.

Di area pendukung sekitar stadion akan dijadikan ruang publik dan terdapat plasa untuk shalat. Di timur stadion juga dibangun area komersial untuk nantinya dijadikan biaya perawatan stadion dan urban farming di sekitar stadion untuk memberdayakan dan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar stadion.

Area stadion ini juga diharapkan akan menjadi pusat ekonomi baru di wilayah Jakarta, khususnya Jakarta Utara. Selain itu akan dibangun juga wisata air di area danau Sunter Utara yang terdapat jogging track di sekitar danau dan juga dibangun masjid terapung.

Tinggalkan Komentar