Jakarta Susul Jatim di Detik Akhir, Pembina KONI DKI: Gubernur Anies Bawa Spirit untuk Atlet

Jakarta Susul Jatim di Detik Akhir, Pembina KONI DKI: Gubernur Anies Bawa Spirit untuk Atlet - inilah.com

PON XX Papua resmi ditutup hari ini, Jumat, 15 Oktober 2021. Hasilnya, juara umum PON dipegang Jawa Barat. Sedangkan DKI Jakarta menjadi runner-up yang sebelumnya ditempati Jawa Timur.

Tim ibu kota memperoleh total 301 medali dengan rincian 110 emas, 105 perak dan 106 perunggu. Total medali yang berhasik diraih 331 medali.

Pada Kamis sore (14/10/2021) waktu setempat, perolehan emas DKI mencapai 109 medali. Sehingga, Jatim menggungguli DKI di posisi kedua. Namun pada malamnya, DKI menambah koleksi emasnya menjadi 110 setelah tim basket menjuarai Bola Basket 3×3 Putra.

Anggota Pembina KONI DKI Jakarta, Ashraf Ali, menyebut posisi DKI Jakarta sebagai runner-up sudah maksimal dan menjadi perjuangan seluruh atlet. “Perjuangan atlet, pelatih, asisten pelatih, pengprov dan ofisial sudah maksimal. Dan ini saya rasa prestasi yang naik, karena pada PON 2016 posisi DKI urutan ketiga,” ujar Ashraf, Jumat (15/10/2021).

Baca juga  PUPR Targetkan Pembangunan Gedung Kuliah UNWAHA Rampung Desember 2021

Dia menilai, kehadiran Anies Baswedan ke arena PON Papua juga menjadi spirit dan semangat baru para atlet. “Sebelum Anies datang, DKI urutan ketiga lalu terdongkrak menjadi nomor dua. Di Papua, Anies memberikan motifasi ke para atlet,” ungkap pria yang biasa disapa Bang Haji ini.

Seperti diberitakan, Gubernur Anies datang ke Papua pada Senin (11/10/2021) hingga Selasa (12/10/2021). Mantan Mendikbud ini, menemui atlet renang DKI Jakarta, sebelum bertanding, Hasilnya mantap juga, tiga emas berhasil disabet dari target dua medali.  

Ashraf yang pernah menjabat Ketua Taekwondo DKI Jakarta, menilai, dalam melakukan pembinaan hingga atlet menjadi berprestasi bukan lah hal mudah. “Karena harus didukung anggaran, semangat dan keseriusan untuk mencetak atlet agar bisa mendapatkan emas,” terangnya.
     
Terkait DKI Jakarta hanya sebagai runner-up dan disalip Jabar, karena sebelumnya sempat memimpin dalam prolehan medali PON, Ashraf bilang, harus dilihat dari perspektif yang luas.  

Baca juga  Ketua DPD RI Apresiasi Kehadiran Presiden di PON XX Papua

“Di DKI itu pembinaan tingkat provinsi. Kalau daerah lain seperti Jabar, Jatim, Jateng, Banten dan daerah lain, masing-masing kabupaten/kota mendapatkan anggaran dari pemerintah setempat. Kalau digabungkan atau akumulasi maka lebih besar anggaran daerah ketimbang DKI,” ungkap pimpinan Komisi E DPRD DKI Jakarta 2014-2019.

Tinggalkan Komentar