Rabu, 08 Februari 2023
17 Rajab 1444

JakPro Cuan Rp6,4 Miliar dari Penyelenggaraan Balap Formula E

Kamis, 03 Nov 2022 - 19:00 WIB
Jakpro Cuan Rp6,4 miliar dari Penyelenggaraan Balap Formula E
Balapan Formula E - ist

BUMD, PT Jakarta Propertindo (JakPro) mengatakan pihaknya memperoleh keuntungan dari penyelenggaraan balap mobil listri Formula E pada Juni 2022 lalu. Keuntungan yang diperoleh dari perhelatan tersebut sebesar Rp6,4 miliar.

Direktur Bisnis PT JakPro Gunung Kartiko menjelaskan pendapatan usaha total dari Formula E 2022 sejatinya sebesar Rp137,34 miliar lebih.

Namun, lanjut Gunung, ada beban pokok pendapatan sebesar Rp129,5 miliar, lalu beban administrasi dan umum Rp1,89 miliar, beban lain-lain sebesar Rp13,7 juta, serta beban pajak sebesar Rp1,56 miliar.

“Kemudian masih ada pendapatan lainnya sebanyak Rp2,1 miliar. Sehingga kalau kita lihat masih ada positif sebesar kurang lebih Rp6 miliar,” ucap Gunung di rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta dengan pembahasan APBD 2023 di Hotel Grand Cempaka, Kamis (3/11/2022).

Baca juga
Sudah 10 Jam, Anies Masih Beberkan Soal Formula E di KPK

Eks Managing Director Formula E itu juga menyatakan sejatinya laporan keuangan Formula E 2022 ini adalah per tanggal 30 September 2022 dan belum rampung diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Jadi laporan keuangan Formula E ini belum selesai diaudit, masih dalam proses. Jadi yang disampaikan ini laporan per 30 September 2022,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mempertanyakan klaim keuntungan yang diraih dari penyelenggaraan balap Formula E. Padahal pihaknya belum mendapatkan laporan keuangan pergelaran yang dilaksanakan Juni lalu tersebut, dari PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

“Apakah Formula E ini untung atau tidak? Tolong dijawab,” kata Prasetyo dalam rekaman suara rapat pembahasan rancangan KUA-PPAS APBD 2023 pada Rabu (2/11) malam.

Baca juga
Klasemen Pebalap Formula E Selepas Jakarta E-Prix 2022

Prasetyo mendesak Jakpro untuk membeberkan audit laporan keuangan Formula E sebagai bukti klaim mereka soal keuntungan dan bentuk pertanggungjawaban terhadap ajang balap mobil listrik itu.

Prasetyo sendiri meragukan klaim keuntungan penyelenggaraan Formula E, pasalnya terjadi perubahan lokasi dari yang awalnya di tengah kota dengan menawarkan tontonan balap dari hotel yang ada, ternyata harus dipindahkan ke Ancol.

“Padahal kan jualannya adalah orang bisa lihat dari hotel, eh ternyata kan dipindah tapi juga banyak undangannya, dari mana-mana. Proyek rugi ini, terus terang saja,” ucapnya.

Pihak Jakpro sendiri juga sudah mengungkapkan bahwa audit laporan keuangan Formula E oleh BPK diperkirakan rampung pada November 2022 ini.

Tinggalkan Komentar