Minggu, 05 Februari 2023
14 Rajab 1444

Jaksa Ragukan CCTV Rumah Dinas Ferdy Sambo Mati Sebelum Brigadir J Tewas

Rabu, 09 Nov 2022 - 20:10 WIB
0718 040648 91be Inilah.com 1600x1111 - inilah.com
Petugas Kepolisian mengambil gambar CCTV di rumah dinas Irjen Pol Ferdy Sambo, Senin (18/7/2022). (Foto: Inilah.com/Harris Muda).

Jaksa penuntut umum meragukan keterangan saksi Diryanto alias Kodir yang merupakan asisten rumah tangga (ART) keluarga Ferdy Sambo. Kodir menyebut kamera pengawas (CCTV) rumah dinas Kadiv Propam, Kompleks Polri, Duren Tiga, Jaksel, rusak atau tidak berfungsi sejak 15 Juni 2022, jauh sebelum Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J tewas dieksekusi pada 8 Juli 2022.

Keraguan jaksa ditunjukkan dalam persidangan dengan terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf di Pengadilan Negeri (PN) Jaksel, Rabu (9/11/2022), yang menghadirkan saksi Kodir. Jaksa berupaya mengonfirmasi pengakuan Kodir yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang menyebut CCTV rusak sejak 15 Juni 2022 lalu.

Baca juga
Soal Ferdy Sambo Penembak Pertama Brigadir J, Kapolri-Kabareskrim Beda Pendapat

“Yang kamu terangkan ke penyidik apa? Rumah wes bersih, (saat ditanya penyidik) ‘kenapa kamu tidak kunci pintu?’ ‘karena kebiasaan saya, karena ada CCTV’, kan begitu? Tapi kamu bilang CCTV tanggal 15 rusak. Kenapa kamu tidak kunci saja? Sudah merasa aman kalau kayak begitu?” tanya anggota penuntut umum kepada Kodir.

Menjawab pertanyaan tersebut Kodir menyebut tidak mengunci rumah karena hanya ditinggal sebentar untuk keluar makan. Hal ini dianggap janggal oleh penuntut umum yang menyinggung Kodir merasa aman meninggalkan rumah karena ada kamera pengawas. “Saya kan hanya sebentar Ibu (jaksa), ambil makan saja,” jawab Kodir.

Baca juga
Keluarga Brigadir J Curiga Bharada E bukan Pelaku Tunggal

Merespons pernyataan tersebut, jaksa memaksa Kodir bicara jujur tentang kondisi CCTV di rumah dinas Ferdy Sambo, selaku Kadiv Propam Polri itu. “Kesaksian kamu, mengetahui CCTV tanggal 15 Juni itu sudah rusak. ‘Saya aman meninggalkan rumah karena dikunci, karena ada CCTV’. Sekarang kejujuranmu saya bilang, CCTV hidup apa enggak?” tanya jaksa lagi.

“Setahu saya mati,” ujar Kodir menimpali.

Kemudian, Kodir sesekali terdiam dan kehabisan kata-kata tak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan jaksa. “Kalau mati kenapa kamu terangkan begitu?” timpal jaksa.

“Siap salah,” jawab Kodir yang memantik gelak tawa pengunjung sidang.

 

Tinggalkan Komentar