Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

Jaksa Tuntut Benny Tjokro Hukuman Mati, Terbukti Korupsi dan Pencucian Uang Kasus Asabri

Rabu, 26 Okt 2022 - 18:24 WIB
Img 6611 1 - inilah.com
Direktur Utama PT Hanson International Tbk. Benny Tjokrosaputro dituntut hukuman mati di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (26/10/2022). (Foto: Antara)

Direktur PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum dalam perkara korupsi dan pencucian uang pengelolaan PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) (Persero). Tak hanya itu, jaksa juga menuntut Benny membayar uang pengganti sebesar Rp5,733 triliun.

“Menuntut agar majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta pusat yang memeriksa perkara ini memutuskan agar terdakwa Benny Tjokrosaputro dinyatakan secara sah dan meyakinkan menurut hukum melakukan tindak pidana korupsi dengan pemberatan dan tindak pidana pencucian uang. Menghukum terdakwa Benny Tjokrosaputro dengan pidana mati,” kata jaksa penuntut umum Kejaksaan Agung Wagiyo di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (26/10/2022).

Jaksa menyatakan terdakwa Benny Tjokro terbukti melanggar dakwaan kesatu primair pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang  Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan kedua primer Pasal 3 UU RI No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Baca juga
Foto: Brimbo Kawal Rantis Tersangka Pembunuhan Berencana Brigadir J

“Membebankan terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp5,733 triliun dengan ketentuan jika terpidana tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu 1 bulan sesudah putusan berkekuatan hukum tetap maka harta bendanya akan disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut dan jika terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk menutupi uang pengganti tersebut,” tambah jaksa.

Adapun hal-hal yang memberatkan terdakwa yakni tidak menunjukkan rasa bersalah atau menyesal selama persidangan, perbuatan terdakwa tergolong perkara luar biasa dengan modus investasi melalui bursa pasar modal menyembunyikan ke dalam struktur bisnis dan menyalahgunakan bisnis yang sah. Perbuatan Benny juga dianggap membawa dampak turunnya tingkat kepercayaan terhadap kegiatan investasi di bidang asuransi dan pasar modal.

Baca juga
Andi Arief Klaim tak Ditanya KPK Soal Aliran Dana Musda Demokrat

“Perbuatan terdakwa bersama-sama terdakwa lain menyebabkan kerugian negara Rp22,788 triliun dengan atribusi perincian khusus akibat perbuatan terdakwa mengakibatkan kerugian sebesar Rp6,481 triliun. Nilai tersebut termasuk saham yang dikendalikan terdakwa menggunakan nomine Jimmy Sutopo sebesar Rp314,8 miliar dan atribusi kerugian oleh terdakwa Benny Tjokro sebesar Rp5,733 triliun,” ungkap jaksa.

Hal memberatkan lainnya, Benny Tjokro merupakan terpidana seumur hidup dalam perkara tindak pidana korupsi pengelolaan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya Persero yang merugikan keuangan negara sebesar Rp16,87 triliun seperti dalam putusan Mahkamah Agung.

“Meskipun di persidangan terungkap hal-hal yang meringankan dalam diri terdakwa namun hal-hal tersebut tidak sebanding dengan kerugian negara yang disebabkan perbuatan terdakwa karena itu hal-hal meringankan itu patut dikesampingkan,” ungkap jaksa.

Tinggalkan Komentar