Jumat, 27 Mei 2022
26 Syawal 1443

Jalan Terjal Parpol Baru, Pengamat: Hanya Pelengkap Penderita

Ilustrasi Pesta Demokrasi
Ilustrasi Pesta Demokrasi

Sejumlah partai politik (parpol) baru berrmunculan. Namun, kehadiran parpol baru sebatas pelengkap penderita demokrasi di Tanah Air.

“Hanya pelengkap penderita dan bumbu demokrasi saja,” kata Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno kepada Inilah.com, Selasa (29/3/2022).

Adi menjelaskan, perjalanan parpol baru terbilang terjal karena tidak memiliki ‘jenis kelamin’ jelas. Hal ini terutama menyangkut faktor pembeda dari parpol lainnya.

“Gerakannya pun tidak jelas,” ujar Adi.

Terdapat pula parpol baru yang tidak peka terhadap persoalan masyarakat  maupun isu politik terkini. Sebagai contoh,kata Adi, terkait kelangkaan minyak goreng hingga wacana usulan penundaan Pemilu 2024.

Baca juga
Inilah Saham-saham Pilihan Selasa, 5 April 2022

“Partai baru bakal sulit ke Senayan,” tegas Adi.

Direktur Eksekutif Parameter Politik itu menyontohkan Partai Masyumi Reborn. Partai pimpinan Ahmad Yani ini dipandang tidak memiliki gerakan dan kerja politik yang jelas.

Adi turut menyebut Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Sebagai partai relatif baru,  PSI juga tidak memiliki identitas jelas dan mengidap paradoks akut.

“PSI katanya partai anak muda dan moderat, tapi pikirannya sangat ortodoks. Apalagi PSI melakukan pengkultusan individu dan mengingkari amanah reformasi dengan mendukung Presiden Jokowi tiga periode,” ujar Adi.

Ia menyayangkan PSI mempunyai pikiran ortodoks. Padahal, partai ini diurus oleh  anak muda dengan pendidikan memadai.

Baca juga
Foto: Survei LSI Denny JA Mayoritas Publik Tolak Penundaan Pemilu dan Presiden Tiga Periode

“Sekolahnya bagus-bagus. Hanya mengejar eksistensi aja,” ungkap Adi.[yud]

 

Tinggalkan Komentar