Senin, 15 Agustus 2022
17 Muharram 1444

Jalan Tol Trans Sumatera Ditargetkan Selesai Maret 2023

Rabu, 29 Jun 2022 - 23:08 WIB
Jalan Tol Trans Sumatera Ditargetkan Selesai 2023
Jalan Tol Trans Sumatera/ Foto: Hutama Karya

Proyek pengerjaan jalan tol yang menjadi bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Sumatera Utara ditargetkan selesai pada 2023. Hal ini untuk mendorong konektivitas antarwilayah guna membangkitkan perekonomian daerah.

Saat ini, beberapa ruas tol yang masih dalam tahap pengerjaan dan bisa beroperasi tahun depan yakni ruas Tol Indrapura-Kisaran, Indrapura-Kualatanjung-Tebing Tinggi, Tebing Tinggi-Pematangsiantar dan Stabat-Brandan.

“Pak Jokowi menginginkan semua ruas Tol Trans Sumatera harus sudah selesai dan tidak boleh mangkrak. Difokuskan pada proyek yang empat ruas ini,” kata Ketua Tim Koordinasi dan Sekretariat Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional Sumut, Agus Tripriyono di Medan, Rabu (29/6/2022).

Baca juga
Bergantung Pemimpin, Malaysia Bisa Gratiskan Jalan Tol Saat Mudik

Agus menjelaskan ruas Indrapura-Kisaran dan Indrapura-Kualatanjung-Tebing Tinggi ditargetkan selesai pada Desember 2022. Dengan demikian akhir tahun, ruas tersebut sudah dapat dibuka untuk masyarakat.

“Untuk ruas tol ini tinggal 12 bidang yang masih bermasalah dan ada beberapa fisik yang lagi digenjot untuk mempercepatnya,” katanya.

Begitu juga untuk ruas Tol Tebing Tinggi-Pematang Siantar yang ditargetkan mulai dibuka pada Desember 2022.

“Namun dari Serbelawan hingga ke Pematangsiantar ditargetkan rampung pada Maret 2023,” ungkapnya.

Ia menambahkan pembangunan ruas Tol Stabat-Brandan memiliki sedikit kendala karena karena pada area tersebut ditemukan 11 sumur minyak yang masih berada di bawah pengelolaan SKK Migas dan pihak Pertamina.

Baca juga
Tol Binjai-Langsa Mangkrak karena Pembebasan Lahan, LMAN Siram Rp650 Miliar

Meski demikian, kata dia, hal tersebut sudah dalam tahap pembicaraan terkait penutupan sumur minyak sesuai dengan mekanisme yang ada.

“Kemarin sudah ada kesepakatan antara pihak Hutama Karya selaku pekerja proyek dengan Pertamina. Karena tidak bisa asal ditutup begitu saja, ada teknisnya,” ujar dia.

Lancarnya pengerjaan proyek, menurutnya, tidak terlepas dari lokasi yang berada dalam kawasan milik perkebunan. Dengan demikian, upaya pembebasan lahan lebih mudah dilakukan.

Tinggalkan Komentar