Jumat, 07 Oktober 2022
11 Rabi'ul Awwal 1444

Jangan Asal Menyusui Lebih dari Dua Tahun, Ketahui Dulu Kelebihan dan Kekurangannya

Kamis, 18 Agu 2022 - 10:44 WIB
Menyusui
Istockphoto

Waktu menyusui yang direkomendasikan oleh WHO adalah hingga anak berusia dua tahun. Namun, tidak jarang ada ibu yang menyusui anak hingga lebih dari dua tahun. Apakah hal ini normal?

Menyusui lebih dari dua tahun tidak berbahaya asalkan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi. Namun, adakah dampak negatif dari menyusui lebih dari dua tahun?

Alasan Menyusui Lebih dari 2 Tahun

Jika ada pertanyaan, apakah menyusui lebih dari dua tahun normal atau tidak, jawabannya relatif. Disebut tidak normal jika berat badan si Kecil tidak meningkat.

“Artinya, jika anak yang menyusu lebih dari 2 tahun mengalami kekurangan gizi, maka ini tidak normal dan tidak boleh dilanjutkan,” jelas dr. Caroline Mulawi Sp.A dari EMC Hospital Pulomas melalui Instagram Live Teman Parenting, ditulis di Jakarta, Kamis, (18/8/2022).

Baca juga
Vaksin Covid-19 untuk Ibu Hamil Mulai Digelar 

Jika ibu dan si Kecil nyaman melakukan proses menyusui hingga lebih dari dua tahun, dan berat badan si Kecil bertambah sesuai kurva pertumbuhannya, maka mungkin menyusui lebih dari dua tahun masih bisa dilakukan.

”Namun tetap, IDAI menganjurkan penyapihan sudah dimulai di usia 1-2 tahun,” jelasnya.

Penyebab menyusui lebih dari dua tahun ini sebenarnya umumnya berhubungan dengan pengetahuan ibu tentang manfaat dan fungsi ASI sendiri.

ASI merupakan makanan yang dibutuhkan bayi hingga usia enam bulan. Namun, setelah enam bulan, bayi mengalami peningkatan kebutuhan nutrisi dan energi, sehingga membutuhkan makanan pendamping selain ASI atau MPASI. Setelah bayi berusia 6 bulan, ASI sudah tidak lagi bisa memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Baca juga
Setiap Jam, 11 Orang di Indonesia Meninggal karena TBC

Selain itu, faktor lain yang menyebabkan menyusui berkepanjangan adalah ikatan yang sangat kuat antara ibu dan anak.

“Jadi, sudah bukan karena kebutuhan nutrisi lagi, melainkan karena faktor kenyamanan saja, anak merasa senang dipelukan ibunya saat menyusu,” jelas dr. Caroline.

Tinggalkan Komentar