Jangan Hanya Jago Kandang, Mendag Lutfi Ingin Jakarta Jadi Kiblat Produk Fesyen Dunia

Jangan Hanya Jago Kandang, Mendag Lutfi Ingin Jakarta Jadi Kiblat Produk Fesyen Dunia  - inilah.com

Sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, Indonesia punya pasar fesyen Muslim yang sangat empuk. Selayaknya, Indonesia memiliki daerah yang menjadi kiblat fesyen Muslim dunia.

Tak sedang bercanda, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mendambakan Jakarta menjadi produk fesyen Muslim dunia. Ya, seperti halnya Kota Milan di Italia yang dikenal sebagai sumbunya fesyen dunia.

“Kita harus bisa menjadikan Jakarta sebagai kiblat fesyen Islam dunia. Sebanyak 270 juta rakyat Indonesia sebagian besar adalah Umat Islam,” kata Mendag Lutfi, Jakarta, Kamis (28/10/2021).

Ancang-ancang Mendag Lutfi, sangat cerdas dan patut didukung. Saat ini, pasar produk fesyen Muslim dunia tumbuh pesat. Dan, produk fesyen Muslim Indonesia, cukup diminati. Sehingga, porsi eskpor produk fesyyen Indonesia, masih bisa ditingkatkan.

Baca juga  Kementerian PUPR Targetkan Penataan Taman Wisata Laut di Pekalongan Rampung November 2021

“Bukan berarti ini masalah agama Islam atau bukan Islam. Tapi ini gimmick bagi kita untuk bisa jual produk ke mancanegara sehingga bukan hanya jagoan lokal tapi regional,” tutur Mendag Lutfi.

Saat ini, warga muslim dunia membelanjakan uangnya lebih dari US$2 triliun untuk produk fesyen, makanan dan minuman, farmasi dan kosmetik, serta pariwisata. “Ini adalah peluang yang harus kita manfaatkan dengan baik,” tegas Mendag Lutfi.

Kinerja ekspor Indonesia untuk produk halal, mencatatkan nilai yang lumayan tinggi di level global. “Nilai ekspor produk halal Indonsia mencapai 6 miliar dolar AS per tahun, atau peringkat ke-21 di dunia,” ungkap Mendag Lutfi.

Baca juga  Mendag Lutfi: Pengunjung Expo 2020 Dubai Bisa Rasakan Jadi Orang Indonesia

Khusus untuk ekspor produk fesyen Muslim, lanjutnya, mencatatkan nilai rata-rata US$4,1 miliar, atau peringkat ke 13 terbesar di dunia.

Selain produk fesyen, pemerintah juga sedang giat dalam membina pasar industri halal khususnya untuk industri makanan minuman dan komestik agar terus berkembang dan mampu bersaing di pasar global.

“Beberapa bulan ini kita ada dua yang mau kita kerjakan. Bagaimana membina industri halal? Apakah mamin, kosmetik dan industri lain. Ini akan kita garap,” kata mantan Dubes RI untuk AS itu.

Tinggalkan Komentar