Proyek Listrik dan Kereta Cepat Bisa Membuat Indonesia Senasib dengan Uganda

Keretacepat2 - inilah.com
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Analis Ekonomi Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR) Gede Sandra mengkhawatirkan Indonesia senasib dengan Uganda. Karena gagal bayar utang ke China, bandaranya diambil alih.

“Ya, pengalaman Uganda harus menjadi catatan kita semua. Lantaran terjebak utang China, aset negara jatuh ke tangan mereka,” ungkap Gede kepada Inilah.com, Jakarta, Selasa (30/11/2021).

Dipaparkan, Bank Ekspor-Impor (EXIM) China meminjamkan dana US$ 207 juta kepada Pemerintah Uganda dengan bunga 2% pada saat pencairan. Pinjaman berjangka waktu 20 tahun tersebut, digunakan untuk perluasan bandara Entebbe. “Karena gagal bayar, Bandara International Entebbe Uganda di Afrika Timur, dicaplok China,” papar Gede.

Baca juga  KPK Perpanjang Penahanan Azis Syamsuddin

Lalu proyek apa saja yang dibiayai dari utang China? Gede menyebut sejumlah proyek. Diantaranya, sejumlah pembangkit listrik pembangkit listrik di Sumatera Utara, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Barat. “Gezhouba merupakan BUMN Cina yang telah mengerjakan 12 proyek pembangunan di Indonesia sejak 2006, termasuk pembangkit listrik di Sumatera Utara, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Barat,” paparnya.

Belajar dari pengalaman Uganda, Gede khawatir bisa saja terjadi di Indonesia. Begitu banyak proyek di tanah air yang dibiayai dari duit utangan China. Paling kondang adalah Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang anggarannya dibiayai utang dari Bank Pembangunan China (China Development Bank/CDB). Dalam perjalanannya, anggaran kereta China ini bengkak dari Rp86 triliun menjadi Rp114 triliun.

Baca juga  Ada PUBG di PON Papua, Simak Cara Daftarnya

Bayangkan saja kalau kereta cepat Jakarta-Bandung diambil alih China, lantaran pemerintah Indonesia tak kuat membayar utang. Aset tanah yang dilewati kereta cepat akan jatuh ke tangan China. Belum lagi proyek ibu kota negara (IKN) anyar di Kalimantan Timur. “Informasinya, Gezhouba yang merupakan BUMN-nya China, sangat tertarik untuk berinvestasi di proyek IKN, Kalimantan Timur. Semoga saja pendapat saya keliru,” ungkapnya.

Tinggalkan Komentar