Kamis, 26 Mei 2022
25 Syawal 1443

Januari-September 2021, OJK:  Sektor Keuangan Indonesia Diganggu 20 Juta Serangan Siber

Tahun Lalu, OJK: Sektor Keuangan Diganggu 20 Juta Serangan Siber
Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Sepanjang Januari-September 2021, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat lebih dari 20 juta serangan siber menyasar sektor keuangan. Atau 21,8% dari 920 juta serangan siber yang menyasar Indonesia.

“Sektor keuangan menempati posisi kedua sebagai target serangan siber pada 2021. Meskipun demikian, gangguan dan kerugian yang ditimbulkan oleh serangan siber di sektor keuangan masih menempati posisi tertinggi,” kata Direktur Penelitian Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK, Mohamad Miftah dalam webinar Hybrid Banking Ekosistem di Jakarta, Kamis (17/3/2022).

Jumlah serangan siber ke Indonesia yang mencapai 920 juta itu, kata dia, naik hampir dua kalim lipat jika dibandingkan dengan periode sama di 2020 yang mencapai 495,3 juta serangan. “Serangan tertinggi pada Mei 2021 sebanyak 186,2 juta kali serangan yang berangsur turun di dua bulan berikutnya,” kata Miftah.

Baca juga
Milenial Malang Sangat 'Melek' Investasi, Ramai-ramai Serbu Pasar Modal

Dari seluruh serangan siber yang terjadi, lanjutnya, terdapat tiga jenis serangan terbanyak yang terdeteksi di Indonesia. Yakni, malware sebanyak 58 persen, aktivitas trojan 11 persen, dan pengumpulan informasi target sebanyak 10 persen dari total serangan.

Selain serangan siber, digitalisasi perbankan juga menghadapi tantangan salah satunya inovasi yang masih berfokus pada simplifikasi layanan perbankan tradisional. “Kita sadari bahwa inovasi digital perbankan masih berfokus pada simplifikasi dan digitalisasi jasa keuangan tradisional, atau baru pada tahap digitize belum sampai pada tahap digitalize,” katanya.

 

Tinggalkan Komentar