Kamis, 18 Agustus 2022
20 Muharram 1444

Jaringan 5G Indosat dan XL Resmi Hadir, Gacor Mana?

Senin, 30 Agu 2021 - 15:12 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Jaringan 5G Indosat dan XL Resmi Hadir, Gacor Mana? - inilah.com

Seperti kita ketahui, baru ini setelah Telkomsel dan Smartfren menggelar 5G kini giliran Indosat Ooredoo dan XL yang resmi menggelar layanan 5G di Indonesia.  

Pada Agustus ini, XL Axiata telah meresmikan layanan mereka setelah mendapatkan SKLO (Surat Keterangan Laik Operasi) untuk layanan 5G. Sedangkan Indosat usai pertama kali meluncurkan layanan 5G secara komersial di Solo, Jawa Tengah, pada 22 Juni lalu, kini Indosat Ooredoo membawa sinyal 5G ke Jakarta. Dua operator papan atas itu akan berebut pasar “menjual” 5G, namun teknologi yang mereka gunakan berbeda-beda. 

XL menggunakan spektrum 20 MHz, di rentang 1.807,5 MHz sampai 1.827,5 MHz dengan teknologi Dynamic Spectrum Sharing (DSS) untuk menggelar 5G. Sementara Indosat Indosat memanfaatkan pita selebar 20 MHz di spektrum 1800 MHz (n3) yang memang mengundang risiko.

Baca juga
Trafik Data XL Axiata Naik 38% Selama Libur Nataru

XL juga sudah menguji coba 5G menggunakan teknologi DSS di Depok, Jawa Barat pada Desember 2020. Berdasarkan hasil uji coba itu, kecepatan unduh jaringan 5G 176 Megabyte per detik (Mbps) dan unggah 90,4 Mbps.

Indosat sendiri mengklaim kecepatan 5G mencapai 540 Mbps Dalam uji coba gelaran layanan 5G, Indosat Ooredoo mengklaim kecepatan tertinggi yang tercatat menyentuh angka 540 Mbps dengan latensi 10 ms.

Untuk Usecase atau implementasinya sendiri XL Axiata menggandeng IPB dan Politeknik Manufaktur (Polman) Astra untuk mengembangkan Internet of Things berbasis jaringan 5G. Dengan kerja sama ini, XL Axiata dan kedua perguruan tinggi akan berbagi pengetahuan dan keahlian agar mampu menyediakan platform IoT di jaringan 5G guna memenuhi kebutuhan dunia usaha, khususnya sektor pertanian dan manufaktur.

Baca juga
Konsumsi Kuota Internet di Indonesia Mencapai 17,7 GB Setiap Bulan

Sementara untuk Indosat menggandeng Ericcsson  penerapan ese case 5G yang ditingkatkan mencakup mobil terhubung dan layanan hiburan dalam mobil; teknologi pengawasan pintar seperti drone dan smart CCTV; smart electricity yang secara otomatis mendeteksi kesalahan di sirkuit rumah tangga; aplikasi kesehatan yang melibatkan pemantauan jarak jauh; dan aplikasi hiburan seperti video HD seluler, video 360, dan virtual reality.

Dari kedua operator ini kita bisa melihat gambaran implementasi kedepan sebagai teknologi baru diharapkan teknologi 5G tentunya akan semakin mendorong kemajuan sektor digital Indonesia.

Sebelumnya Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate juga menyatakan Pemerintah tetap fokus untuk meneruskan pemerataan penggelaran layanan jaringan 4G di Indonesia. Disisi lain ia mengharapkan implementasi teknologi 5G di Indonesia dapat semakin mewujudkan akses telekomunikasi yang lebih berkeadilan, menjembatani kesenjangan digital (digital divide), meningkatkan kemampuan dan literasi masyarakat untuk menggunakan teknologi secara lebih adaptif.

Tinggalkan Komentar