Kantor Jasa Penyedia Tenaga Kerja Langgar Prokes, Disegel Satpol PP

Kantor Jasa Penyedia Tenaga Kerja Langgar Prokes

Sebuah kantor jasa penyedia tenaga kerja (outsourcing services) melanggar aturan protokol kesehatan (prokes). Gedung jasa penyedia tenaga kerja ini akhirnya disegel Satpol PP Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Adapun kantor itu terletak di kawasan Jalan Bintaro Raya, Kebayoran Lama Utara.

Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP Kebayoran Lama Dian Citra dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu, mengatakan, penyegelan itu dilakukan pada Selasa (14/12) dengan jangka waktu penyegelan selama 3x 24 jam.

Proses Penyegelan

Dian menyampaikan  petugas Satpol PP sebelumnya telah melayangkan surat teguran terhadap perusahaan tersebut. Pihak pengelola dianggap telah mengabaikan sejumlah aturan protokol kesehatan, seperti pembatasan kapasitas karyawan dan lainnya.

Baca juga  Jelang Akhir Tahun 2021, Gibran Genjot Revitalisasi Taman

“Kondisinya itu protokol kesehatan sama sekali tidak ada. Dan memang mereka sudah pernah ada teguran terkait dengan protokol kesehatan itu,” kata Dian Citra.

Selama penyegelan itu, pihak perusahaan jasa penyedia tenaga kerja itu diberikan kesempatan untuk membenahi protokol kesehatan. Apabila kembali dicek oleh petugas dan didapati sudah memenuhi standar yang ditetapkan maka bakal kembali boleh beroperasi kembali pada Jumat (17/12).

Minim Fasilitas Penunjang Prokes

Menurut Dian, semestinya apabila perusahaan tersebut memiliki rasa tanggung jawab terhadap kesehatan para karyawannya akan menyediakan sejumlah fasilitas penunjang protokol kesehatan hingga pembatasan kapasitas maksimal di ruangan.

Baca juga  Luhut Minta Pelacakan Omicron untuk Tentukan Lockdown

“Mereka kooperatif kok, arti kata mereka akan membenahi, dalam kuran tiga hari itu mereka akan melakukan pembenahan. Kalau memang mereka kantor benaran ada struktur organisasinya, mereka pasti akan bikin Satgas COVID,” ungkap Dian.

Pada saat penyegelan, sejumlah petugas dari Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Jakarta Selatan (Jaksel) juga melakukan pemeriksaan lapangan terhadap perusahaan itu. Hal ini menyusul adanya laporan warga mengenai dugaan penipuan rekrutmen oleh perusahaan jasa penyedia tenaga kerja ini. Tetapi Dian masih enggan menjelaskan secara rinci mengenai seperti apa perihal informasi tersebut ke awak media.

Baca juga  Anies Revisi UMP DKI, APINDO: Ada Pelanggaran Regulasi Pengupahan

“Jadi itu ada laporan warga, kantor tersebut memang beberapa kali pindah di Kebayoran Lama. Kondisinya mereka dijanjikan uang, jadi rekrutmen tapi dengan uang,” katanya.

Tinggalkan Komentar