Jatuh-Bangkit Ni Nengah Widiasih Torehkan Medali untuk Merah Putih

Jatuh-Bangkit Ni Nengah Widiasih Torehkan Medali untuk Merah Putih - inilah.com

Lifter Indonesia Ni Nengah Widiasih berhasil meraih medali pertama untuk Indonesia pada Paralimpiade Tokyo 2020.

Turun di kelas 41kg, Widi sukses merebut medali perak setelah mengumpulkan angkatan 98kg.

Widi dengan mulus membuka angkatan pertama seberat 96kg. Namun, ia gagal menuntaskan angkatan ketika beban ditingkatkan menjadi 98kg pada percobaan kedua.

Lifter berusia 28 tahun itu berhasil menebus kegagalan angkatan 98kg itu pada kesempatan ketiga dan memastikan medali pertama bagi Indonesia.

Catatan angkatan Widi itu meningkat dibanding berhasil catat di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro ketika membukukan angkatan 95kg dengan meraih medali perunggu.

Baca juga  David Jacobs, Dari Cacian Menjadi Tepuk Tangan

Catatan 98kg juga menjadi rekor terbaiknya dalam karier sebagai atlet para-powerlifiting kelas 41kg.

Di balik kesuksesannya menyumbang medali untuk Merah Putih, Widi memiliki perjalanan hidup yang tidak mudah. Kisahnya bangkit dari situasi sulit bisa menjadi inspirasi.  

Atlet berusia 28 tahun ini mengalami keterbasan kondisi tubuh sejak usia tiga tahun. Padahal mulanya Widi terlahir dalam keadaan tubuh normal dan tidak kekurangan suatu apa pun.

Hingga suatu ketika dia mengalami demam tinggi dan membuat kemampuan berjalannya terganggu. Widi kemudian divonis mengidap polio sehingga membuat kedua kakinya mengecil.

Namun Widi tak menyerah dengan keterbatasan fisiknya ini. Ada satu pesan berharga dari ayahnya yang selalu diingat Widi dalam perjalanan kariernya sebagai atlet angkat besi itu.

Baca juga  Karya Kolaborasi Para Pemenang City Hatch Art Mejeng di Dreams Cafe

“Kamu tidak berbeda, kamu spesial,” ujar sang Ayah pada Widi.

Berbekal doa dan kalimat penyemangat dari sang ayah, Widi terus berusaha untuk mengharumkan nama bangsa.

Usaha keras Widi berbuah manis, saat masih duduk di bangku SMP, Widi berhasil menjadi juara di Kejurnas Para Angkat Berat dengan modal latihan hanya tiga bulan.

Performa apiknya tersebut membuatnya masuk ke pelatnas angkat berat di Solo.

Mulai saat itu, dia konsisten untuk fokus membangun karirnya di Tim Nasional Angkat Berat Indonesia. Selain memenangkan perak pada Paralimpiade Tokyo 2020, Widi juga sudah mempersembahkan medali perak pada Asian Para Games 2014 di Incheon dan medali perunggu Paralimpiade Rio 2016. Saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Para Games 2018, dia juga menyumbangkan satu medali perak di Para angkat beban nomor 42kg putri.

Baca juga  Kabar Baik Indonesia, Ni Nengah Widiasih Berhasil Persembahkan Medali Perak

Tinggalkan Komentar