Sabtu, 02 Juli 2022
03 Dzul Hijjah 1443

Jawab Kritik LBH, Pemprov DKI Perluas Akses Air Bersih untuk Warga Jakarta

Minggu, 24 Okt 2021 - 10:49 WIB
Penulis : Ivan Setyadhi
Jawab Kritik LBH, Pemprov DKI Perluas Akses Air Bersih untuk Warga Jakarta - inilah.com
Pemprov DKI Jakarta Berkomitmen Perbaiki Pengelolaan Air di Ibu Kota

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap berkomitmen mengakhiri kontrak Perjanjian Kerja Sama antara PAM Jaya dengan mitra swasta pada Januari tahun 2023.

Komitmen ini ditandai dengan persetujuan adendum dicabut/dibatalkan melalui Keputusan Gubernur No. 1289 Tahun 2021 sesuai dengan rekomendasi KPK.

“Pemprov DKI juga telah melakukan upaya memperluas akses air bersih dengan harga terjangkau,” kata Asisten Pemerintahan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko dalam siaran pers yang diterima Inilah.com, Minggu (24/10/2021).

Pemprov DKI, katanya, berupaya mempermudah akses air bersih melalui Pergub No. 16 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penyambungan dan Pemakaian Air Minum.

Baca juga
Donasi untuk Air Bersih, Ryan Reynolds dan Blake Lively Sumbang Rp7 Miliar

“Warga yang sebelumnya terkendala syarat administrasi pelanggan PAM Jaya, misalnya tidak memiliki sertifikat tanah, sekarang dapat menjadi pelanggan PAM Jaya,” jelas Sigit.

Terkait kualitas air, kata Sigit, berdasarkan pemeriksaan PAM Jaya, ditunjukkan bahwa kualitas air tidak memburuk.

Menurut Sigit, persoalan yang sering terjadi adalah gangguan pasokan yang diakibatkan karena adanya pekerjaan infrastruktur lain yang berakibat putusnya jaringan perpipaan dan adanya intrusi air kotor ke dalam jaringan perpipaan PAM Jaya. Ia berjanji persoalan ini akan segera ditindaklanjuti.

“Selain itu, pajak air tanah juga ditetapkan lebih mahal 2-3 kali dari tarif air minum perpipaan. Penurunan muka tanah dalam 4 tahun terakhir pun mengalami perlambatan,” ujarnya.

Baca juga
Foto: Mulai 13 November Kendaraan Tak Lulus Uji Emisi Bisa Ditilang dan Denda hingga Rp500.000

Sigit juga mengklarifikasi mengenai Jakarta dengan harga air termahal di Asia Tenggara. Ia mengatakan, Jakarta berada di urutan keempat harga air per m³ termahal di Asia Tenggara.

Urutan tertinggi yakni (1) Singapura Rp 15.000/m³, (2) Bangkok Rp 8.900/m³, (3) Manila Rp 7.100/m³ (4) Jakarta Rp 5.500/m³, dan (5) Kuala Lumpur Rp 2.400/m³.

Sebelumnya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta berikan 10 catatan rapor merah dalam masa empat tahun kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Pada laporan bertajuk “Rapor Merah 4 Tahun Kepemimpinan Anies Baswedan Di Ibukota”, yang diberikan kepada pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Senin (18/10/2021), tersebut ada 10 masalah yang dianggap perlu digarisbawahi oleh pihak LBH Jakarta.

Tinggalkan Komentar