Kamis, 06 Oktober 2022
10 Rabi'ul Awwal 1444

Jelang Lebaran, Menkes Bilang Antibodi Masyarakat Tembus 99,2 Persen

Senin, 18 Apr 2022 - 17:09 WIB
Penulis : Aria Triyudha
Aktivitas calon penumpang saat menunggu keberangkatan kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Foto: Inilah.com/Didik Setiawan.
Aktivitas calon penumpang saat menunggu keberangkatan kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Foto: Inilah.com/Didik Setiawan.

Antibodi pada masyarakat Indonesia melesat tembus 99,2 persen jelang Lebaran. Antibodi ini melonjak sekitar 10,6 persen dibandingkan bulan Desember 2021.

“Artinya, 99,2 persen dari populasi masyarakat sudah punya antibodi. Minimal berasal dari vaksinasi maupun dari infeksi,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin secara virtual mengenai hasil  rapat terbatas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kantor Presiden, Senin (18/4/2022).

Dia menjelaskan, kenaikan antibodi masyarakat itu terlihat dalam hasil sero survei oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI). Pada Desember 2021 kadar antibodi tersebut mencapai 86,6 persen.

Sero survei yang kedua itu berlangsung karena pemerintah ingin mengukur kadar antibodi masyarakat tepat sebelum memasuki libur Lebaran. Tujuan lainnya, memiliki basis riset yang tepat guna mengambil setiap kebijakan.

Baca juga
Lewati Target, Vaksinasi Dosis Kedua di Jakarta Capai 100,1 Persen

“Hal yang menarik, kita juga mengukur kadar antibodinya berapa. Kalau di bulan Desember kita lakukan sero survei ordenya masih di angka ratusan, titer antibodinya 500-600. Di bulan Maret ini, titernya berada di angka ribuan tujuh ribu-delapan ribu,” ucapnya.

Dia menjelaskan hasil sero survei ikut menunjukkan bahwa banyak dari masyarakat Indonesia yang sudah memiliki antibodi, tetapi juga memiliki kadar antibodi yang tinggi. Sehingga, daya tahan pada tubuh bisa melawan virus dan mengurangi risiko masuk ke rumah sakit maupun kematian.

Oleh karena itu, Budi menegaskan, pemerintah optimistis  kegiatan mudik pada tahun ini berjalan dengan lancar dan tidak membawa dampak negatif pada masyarakat.

Baca juga
Kata Mantan Direktur WHO Soal Varian Deltacron

Meski begitu, Budi  meminta semua pihak tetap waspada terhadap penularan COVID-19. Sebab, masih banyak negara besar mengalami kenaikan kasus  COVID-19.”Negara besar, seperti China dan Hongkong itu kasusnya masih naik tinggi. Kalau kita kasus hariannya 600, Korea Selatan kasus hariannya masih ratusan ribu. Jadi tetap arahan Bapak Presiden, kita tetap hati-hati dan waspada, jangan sombong dan jemawa,” kata Budi.

Dia mengharapkan masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, terutama menggunakan masker di segala bentuk aktivitas bermasyarakat.

 

Tinggalkan Komentar