Senin, 15 Agustus 2022
17 Muharram 1444

Jelang Milad ke-21, Bendera NU dan FBR Berdampingan

Jumat, 01 Jul 2022 - 01:20 WIB
Penulis : inilah
Editor : editorial inilah
FBR NU
Menjelang Milad ke 21 FBR menggandeng NU

Menjelang milad ke 21 Forum Betawi Rempug (FBR) menggandeng Nahdlatul Ulama (NU) untuk mengibarkan bendera kebesarannya masing-masing secara bersamaan dan berdampingan.

Anjuran khusus ini disampaikan oleh Ketua Umum FBR se-jabodetabek, KH Lutfi Hakim. Menurutnya, secara ritus keagamaan, orang Betawi menganut paham Ahlusunnah wal Jama’ah (Aswaja).

“Maka dalam rangka milad FBR ke-21, saya secara khusus menginstruksikan agar mengibarkan bendera FBR berdampingan dengan bendera NU. Di kibarkannya bendera NU ini berfungsi untuk menyosialisasikan keberadaan NU dan lebih dekat lagi dengan masyarakat khususnya orang betawi,” katanya saat dihubungi, Kamis (30/6/2022).

Kiai Lutfi yang sudah menjabat sebagai Ketua umum FBR sejak 2009 ini mengungkapkan dirinya sudah berkoordinasi langsung dengan pengurus NU setempat (PWNU DKI Jakarta).

“Saya berkoordinasi dengan pengurus NU setempat sekaligus silaturahmi agar terjalin hubungan yang baik dengan NU, pada momentum milad FBR maka kami menginisiatifkan untuk mengibarkan bendera FBR dengan NU secara beriringan,” ungkap kiai kelahiran 5 November 1972 itu.

Baca juga
Muhammadiyah Bikin MieMu, NU Juga Punya Mie Instan Sehat Terbuat dari Sagu

Menanggapi hal ini, Ketua PWNU DKI Jakarta KH Samsul Ma’arif menegaskan tidak ada intruksi khusus tersurat dari pengurus wilayah NU. Namun sebagai simbol kedekatan FBR dan NU secara tersirat agar terus berkembang maka pengibaran bendera NU dan FBR diperbolehkan.

“Pesan ini secara tersirat agar mendekatkan warga DKI Jakarta khususnya masyarakat betawi dekat dengan Nahdlatul ulama secara kuat,” ujarnya.

Dalam momentum milad FBR ke 21 Kiai Samsul berpesan agar NU dan FBR menjadi ruang untuk kerja sama dan bisa duduk bersama dengan FBR.

Hal ini semata mata agar terciptanya suasana yang harmonis, “Karena pada dasarnya menurut Kiai Samsul, ‘Albatawiyyun kulluhum an-Nahdliyyun illa man aba‘ setiap orang Betawi sejatinya mereka adalah Nahdliyin kecuali yang tidak mau,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar