Rabu, 08 Februari 2023
17 Rajab 1444

Jelang Natal, Harga Telur Ayam di Blitar Naik Jadi Rp26.500/Kg

Jumat, 02 Des 2022 - 22:50 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Jelang Natal, Harga Telur Ayam di Blitar Naik Jadi Rp26.500/Kg
Peternak ayam telur sedang memanen telur - (Foto: antara)

Harga telur ayam di kalangan peternak Kabupaten Blitar, Jawa Timur, merangkak naik hingga mencapai Rp26.500 per kilogram. Harga ini lebih tinggi dari harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang menetapkan Rp24.000 per kilogram.

“Mulai ada kenaikan itu sekitar 1,5 bulan lalu, dari Rp20.000 per kilogram, naik terus menjadi Rp26.000 per kilogram. Ini sudah bertahan dua pekan ini. Sekarang naik lagi menjadi Rp26.500 per kilogram,” kata Sujianto, peternak ayam asal Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jumat (2/12/2022).

Dia menduga kenaikan harga ini karena meningkatnya permintaan seiring dengan banyaknya kegiatan masyarakat seperti hajatan dan menjelang Natal 2022. Kondisi itu, tentunya banyak yang membutuhkan telur ayam sebagai salah satu bahan untuk masakan.

Baca juga
Harga Telur di Batam Naik 20 Persen, Konsumen Jadi Ogah Beli

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar Toha Mashuri mengakui saat ini harga telur ayam sudah mulai membaik di pasaran dengan harga dari kandang peternak sekitar Rp26.000 per kilogram.

“Ini harga telur ayam sudah mulai membaik. Kemarin sempat ada masalah harga telur, karena pakan naik dan saat ini harganya bagus di peternak, Rp26.000 per kilogram. Kalau dari Badan Pangan Nasional Rp24.000 per kilogram,” katanya.

Dia mengatakan kenaikan harga ini tentunya menjadi penyemangat bagi peternak untuk berusaha setelah perekonomian ikut terkena imbas pandemi COVID-19.

Saat pandemi COVID-19, hampir 1/3 persen peternak menutup usahanya. Jumlah peternak yang terdata adalah sekitar 4.300 peternak yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Blitar.

Baca juga
Gubernur Khofifah Sulap Jatim Jadi Sentra Sapi dan Telur Ayam Nasional

Hal tersebut secara langsung juga berpengaruh pada produksi telur ayam di kabupaten ini. Sebelum pandemi, produksi telur ayam bisa mencapai 1.000 ton per hari, tetapi kini hanya sekitar 350-400 ton per hari.

Pihaknya juga mendampingi para peternak di antaranya dengan memberikan pelatihan membuat pakan sendiri. Dengan itu, biaya operasional bisa ditekan.

“Kami dorong untuk peternak bisa membuat pakan sendiri agar lebih murah, tidak tergantung pakan dari pabrik. Ada pelatihannya dan peternak banyak yang membuat sendiri,” kata dia.

Dia juga mengatakan produksi telur ayam dari hasil pakan buatan juga bagus, berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar.

Baca juga
Paceklik Telur Ayam, Awas Harga Naik Sampai Rp30 Ribu/Kg

Produksi telur asal Kabupaten Blitar juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga 30 persen.

Distribusi telur ayam asal Kabupaten Blitar ke berbagai daerah di Indonesia. Pemkab Blitar juga telah melakukan MoU dengan beberapa daerah termasuk dengan DKI Jakarta untuk menyuplai telur ayam.

Tinggalkan Komentar