Selasa, 09 Agustus 2022
11 Muharram 1444

Jelang Nataru Para Tabib Palsu Raup Untung Hingga Rp3 Miliar

Selasa, 30 Nov 2021 - 15:00 WIB
Penulis : Willi Nafie

Jelang libur Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, komplotan penipu lintas provinsi mulai beraksi dengan pura-pura menjadi tabib kesehatan. Komplotan ini beraksi di Kota Semarang, Bandung, Medan dan Surabaya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Pol Djuhandani mengatakan pihaknya berhasil membekuk 6 orang. Peran mereka seperti menjadi tabib, cucu tabib, hingga orang yang berpura-pura mencari bantuan tabib serta yang mengantar untuk bertemu tabib palsu.

Dalam aksinya di Semarang, pelaku memperdaya seorang wanita berusia 60 tahun yang ditemui di Pasar Gang Baru, Kota Semarang. Berawal dari salah seorang pelaku berinisial LSN bertemu dengan korban yang saat itu sedang menanyakan tempat penjual obat herbal.

Baca juga
Warga Tambak Lorok di Tengah Rob dan Harapan Hidup Berkelanjutan

“Di saat yang bersamaan datang salah satu rekan pelaku yang pura-pura memberi informasi tentang keberadaan tabib yang bisa menyembuhkan penyakit,” katanya.

Pelaku yang sudah menyiapkan skenario lalu membawa korban bertemu dengan satu pelaku lain yang mengaku sebagai cucu tabib. Korban percaya dengan skenario komplotan itu kemudian percaya dan ikut untuk bertemu dengan tabib yang dimaksud.

Dari pertemuan itu, pelaku yang berperan sebagai tabib mengatakan korban harus membuang sial karena telah menginjak darah perempuan yang meninggal akibat kecelakaan.

Pelaku mensyaratkan agar korban menyiapkan uang dan perhiasan emasnya sebagai syarat untuk membuang sial.

“Total nilai uang dan perhiasan yang diserahkan korban kepada pelaku mencapai Rp500 juta,” katanya.

Baca juga
Trafik Data XL Axiata Naik 38% Selama Libur Nataru

Dari sejumlah aksi yang sudah dilakukan lintas provinsi total keuntungan yang berhasil diperoleh komplotan ini mencapai Rp3 miliar. Para pelaku yang ditangkap di sejumlah tempat yang berbeda seperti di Jakarta, Pemalang, dan Batam itu dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Tinggalkan Komentar