Sabtu, 28 Mei 2022
27 Syawal 1443

Jelang Putusan MK, La Nyalla Ajak Bangsa Indonesia Berdoa

La Nyalla
Ketua DPD RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti

Mahkamah Konstitusi (MK) dijadwalkan akan memutus gugatan presidential threshold (PT) 20 persen pada Kamis (24/2/2022) besok, yang putusannya akan dibacakan atas gugatan 6 pihak.

Ketua DPD RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti sebagai tokoh yang juga mendorong penghapusan PT mengajak semua bangsa Indonesia untuk bermunajat dan berdoa, agar para Hakim MK berpihak kepada nurani dan melihat keinginan kebanyakan rakyat agar PT dihapus.

“Saya percaya Hakim MK pasti orang-orang yang beragama dan taat. Sehingga tidak dapat diintervensi oleh oligarki yang ingin mempertahankan adanya PT. Dan Hakim MK pasti juga melihat banyaknya antrian penggugat dalam perkara ini. Karena bukan hanya 6 pihak, tapi masih banyak di belakang dan yang baru akan daftar,” ujar La Nyalla di sela agenda Reses DPD RI di Surabaya, Rabu (23/2/2022).

Baca juga
Isi Keppres Nomor 2 Tahun 2022 yang Disebut tak Cantumkan Nama Soeharto

Itu artinya, sambung La Nyalla, rakyat sebagai pemilik kedaulatan dan pemilik negara ini tidak menginginkan adanya ambang batas pencalonan yang membatasi kemunculan putra-putri terbaik bangsa ini.

“Tetapi tugas kita memang ikhtiar dan berdoa. Karena Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum, apabila kaum tersebut tidak memiliki keinginan untuk berubah. Dan selain ikhtiar, Allah SWT juga meminta kita untuk berdoa kepada-Nya dengan kesungguhan,” katanya.

La Nyalla meyakini bahwa Allah SWT pasti akan mengabulkan doa setiap hamba-Nya, apakah seketika atau nanti. Apalagi doa yang jelas untuk kemaslahatan bangsa dan negara.

“Kita juga harus ingat, negeri ini lahir penuh dengan darah para syuhada. Dan negeri ini juga negeri para Waliyullah. Jangan menyepelekan dan meremehkan keinginan rakyat, apalagi dengan mendzolimi rakyat,” urainya.

Baca juga
TNI AL Tangkap Kapal Muat Miras Ilegal dari Singapura

Karena, sambungnya, yang marah bukan rakyat, tapi Allah SWT, dan balasan Allah SWT itu pasti. Bisa seketika, bisa juga nanti sehingga tidak akan luput.

“Karena itu saya selalu katakan, kebenaran bisa disalahkan, tetapi kebenaran tidak bisa dikalahkan,” pungkasnya seraya mengajak untuk memperbanyak membaca Hasbunallah wanikmal wakil dan memperbanyak membaca surat Al-Kautsar.

Seperti diberikan, MK akan memutus gugatan uji material atas Pasal 222 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, dalam 6 berkas gugatan (gelombang pertama-red), yang diajukan oleh; Pertama, Ferry Joko Yuliantono. Kedua, Bustami Zainudin dan Fachrul Razi. Ketiga, Gatot Nurmantyo. Keempat, Lieus Sungkharisma. Kelima, Tamsil Linrung, Edwin Pratama Putra, dan Fahira Idris. Keenam, Ikhwan Mansyur Situmeang.

Tinggalkan Komentar