Kamis, 02 Februari 2023
11 Rajab 1444

Jelang Tutup Tahun, Kinerja Keuangan Bank DKI Semakin Kinclong

Selasa, 25 Okt 2022 - 23:33 WIB

Kuartal III-2022, Bank DKI membukukan kinerja positif dengan ekspansi yang solid, seiring fokus pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy, Jakarta, Selasa (25/10/2022), menyampaikan sejumlah indikator kinerja keuangan Bank DKI yang bertumbuh positif. Seiring dengan perbaikan kualitas aset yang dimiliki. “Laba bersih Bank DKI mencatatkan pertumbuhan sebesar 28,83 persen secara tahunan (year on year/yoy). Dari semula Rp564 miliar pada September 2021, menjadi Rp726 miliar pada September 2022,” papar Fidri.

Selain laba bersih, kata dia, Bank DKI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 26,82 persen (yoy). Dari sebelumnya Rp36,9 triliun di September 2021 menjadi Rp46,7 triliun pada September 2022.

Baca juga
Laba Adhi Commuter Properti Moncer 185 Persen di Kuartal I-2022

Pertumbuhan kredit tersebut diikuti dengan perbaikan kualitas aset yang ditandai dengan penurunan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) gross dari semula 2,93 persen pada September 2021, menjadi 1,81 persen pada September 2022. Dengan Loan at Risk (LAR) sebesar 13,68 persen, sebelumnya 17,32 persen di periode sama tahun lalu. “Dalam setiap ekspansi bisnis yang kami lakukan, Bank DKI selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian,” kata Fidri.

Fidri menyampaikan, di tengah ketatnya persaingan perbankan dalam menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK), Bank DKI tetap mampu mencatatkan pertumbuhan DPK sebesar 29,51 persen. Sebesar Rp47,1 triliun pada September 2021, melesat menjadi Rp60,9 triliun pada September 2022.

Baca juga
Kemenkop Harap Bank DKI Mengakselerasi Penyaluran KUR ke UMKM

Direktur Keuangan & Strategi Bank DKI, Romy Wijayanto menjelaskan, pencapaian pertumbuhan kredit didorong pertumbuhan sejumlah segmen kredit secara tahunan.

Sebut saja segmen mikro (46,76%), ritel (37,73%), menengah dan komersial (31,56%), dan segmen konsumer (12,95%) serta pembiayaan Syariah (12,43%).

“Sedangkan untuk DPK, Giro tumbuh 41,06 persen. Deposito tumbuh 34,22 persen, dan tabungan tumbuh 2,90 persen. Dengan pertumbuhan kredit dan DPK tersebut, posisi Loan to Deposit Ratio (LDR) terjaga di 76,68 persen,” ungkap Romy.

“Dalam upaya meningkatkan dana murah, Bank DKI mengembangkan super apps JakOne Mobile yang hadir dengan tampilan lebih menarik dan user friendly serta fitur yang semakin lengkap,” kata Romy.

Baca juga
Punya Kinerja Mengilap, Bank DKI Raih The Best Performance Bank

Salah satu fitur baru yang tersedia adalah pembukaan rekening tabungan secara online tanpa harus ke kantor cabang, serta fitur mobile cash yang memungkinkan nasabah melakukan penarikan tunai di mesin ATM tanpa kartu.

Tinggalkan Komentar