Jumat, 20 Mei 2022
19 Syawal 1443

Jepang Bakal Longgarkan Kontrol Perbatasan

Jepang Perbatasan
(ist)

Pemerintah Jepang akan melonggarkan kontrol perbatasan untuk memungkinkan lebih banyak orang masuk ke negara itu, terutama pelajar asing, seraya memperluas langkah-langkah pengendalian infeksi untuk membatasi penyebaran virus corona di beberapa daerah, termasuk Tokyo.

Perdana Menteri Fumio Kishida akan meningkatkan jumlah orang yang dapat memasuki Jepang menjadi 7.000 per hari dari 5.000 orang per hari saat ini.

Sementara itu, para pelajar tidak termasuk dalam hitungan jumlah harian orang yang diizinkan masuk ke negara itu dan dipertimbangkan masuk dalam kategori terpisah, menurut laporan media setempat, seperti dilansir Reuters, Kamis (3/3/2022).

Langkah tersebut akan memperpanjang pelonggaran langkah-langkah ketat perbatasan Jepang pada awal pekan ini yang membuka pintu bagi lebih banyak pelajar dan pekerja asing.

Baca juga
Wagub DKI Sebut Zona Merah Jakarta Hanya Tinggal Satu RT

Langkah pelonggaran perbatasan itu diambil Pemerintah Jepang di tengah kritik dari para pemimpin bisnis dan pendidik.

Sekitar 150.000 pelajar asing telah dilarang masuk ke Jepang sejak 2020, bersama dengan para pekerja yang sangat dibutuhkan oleh negara yang menua dengan populasi yang menyusut itu.

Larangan masuk itu memicu peringatan akan kekurangan tenaga kerja dan merusak reputasi internasional Jepang.

Sementara jumlah kasus virus corona mulai turun, rumah sakit di Jepang tetap berada di bawah tekanan saat mereka memerangi kasus COVID-19 varian Omicron.

Februari 2022 juga merupakan bulan paling mematikan dari pandemi yang berlangsung sejauh ini di Jepang, dengan 4.856 kematian, menurut penghitungan oleh media nasional Jepang NHK.

Pemerintah Jepang telah menerima permintaan dari lima prefektur, termasuk Kyoto dan Osaka di Jepang barat, untuk memperpanjang tindakan pengendalian infeksi yang akan berakhir pada Minggu (6/3/2022), kata kepala sekretaris kabinet Jepang Hirokazu Matsuno pada Rabu (2/3/2022).

Baca juga
Bea Cukai Jatim I Musnahkan 4,2 Juta Batang Rokok Ilegal Hasil Penindakan

Sepuluh prefektur lainnya, termasuk Tokyo, diperkirakan akan meminta perpanjangan masa aturan pembatasan selama dua hingga tiga minggu yang mencakup jam kerja yang lebih pendek untuk restoran dan pembatasan penjualan alkohol.

Selain soal penanganan COVID-19, PM Kishida juga diharapkan untuk menangani masalah invasi Rusia ke Ukraina.

Jepang telah bergabung dengan para sekutu luar negerinya untuk menjatuhkan sanksi terhadap Rusia, dan PM Kishida pada Rabu mengatakan bahwa negara itu juga siap menerima pengungsi Ukraina.

Tinggalkan Komentar