Kamis, 02 Februari 2023
11 Rajab 1444

Jerman Gagal Total di Piala Dunia 2022, Arsene Wenger: Kebanyakan Gimik LGBT

Selasa, 06 Des 2022 - 20:28 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Arsene Wenger
Kepala Pengembangan Sepak Bola Global Arsene Wenger saat Pengarahan Media Kelompok Studi Teknis FIFA di Pusat Media Utama pada 4 Desember 2022 di Doha, Qatar. (Foto: Gettyimages/Pedro Vilela)

Kepala Pengembangan Sepakbola Global FIFA Arsene Wenger menilai demonstrasi politik para pemain Jerman di Piala Dunia Qatar 2022 berkontribusi tersingkirnya mereka di fase grup. Para pemain starting XI Jerman melakukan gerakan tutup mulut sebelum pertandingan pembuka melawan Jepang dimulai. Sikap itu sebuah protes atas dilarangnya mengenakan ban kapten ‘One Love’ oleh FIFA.

Jerman salah satu dari beberapa negara Eropa, termasuk Inggris yang berencana mengenakan ban kapten pelangi untuk menunjukkan dukungan bagi komunitas LGBTQ+ yang dilarang di Qatar. FIFA mengancam memberikan sanksi kartu kuning jika mereka tetap mengenakan ban kapten tersebut.

Baca juga
MUI Minta Pemerintah Tidak Halangi Demo Mahasiswa 11 April 2022

Wenger mengatakan, ketika tim pergi ke Piala Dunia maka semestinya sadar tak boleh kalah di laga pertama. Tim berpengalaman lainnya seperti Prancis dan Inggris bermain bagus di laga pertama sehingga memenangkan laga.

“Tim-tim yang siap secara mental, dengan pola pikir untuk fokus pada kompetisi, dan bukan demonstrasi politik,” kata Arsene Wenger mengutip standard, Selasa (6/12/2022).

Menurut Wenger, Inggris telah belajar banyak dari pengalamannya di turnamen besar. Inggris saat ini sedang ada di puncak yang diisi oleh pemain muda. Wenger juga memuji Gareth Southgate sebagai pelatih cerdas yang mampu menganalisis permainan dengan baik.

Baca juga
Presiden Macron Bujuk Mbappe Cs Temui Suporter di Paris

“Dia seperti tim. Dia telah belajar dari Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa dan dia sekarang berada dalam situasi yang baik untuk mewujudkannya,” ujarnya.

Tinggalkan Komentar