Rabu, 13 Mei 2026 | 25 Dzulqa'dah 1447
inilah.comarenasepak bolaJersey Timnas Indonesia "Ngelupas", Bos Kelme Buka Suara

Jersey Timnas Indonesia "Ngelupas", Bos Kelme Buka Suara

Haris_Medium_dfc3c72d48.avif
Rabu, 6 Mei 2026 - 21:31 WIB
Share
CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya (foto:inilahcom/harris)

CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya (foto:inilahcom/harris)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung
KecilBesar

CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya, akhirnya menyampaikan permintaan maaf usai seragam tempur Timnas Indonesia menuai sorotan pada ajang FIFA Series 2026.

Salah satu yang paling ramai diperbincangkan ialah kondisi nameset dan nomor punggung jersey pemain yang terlihat terkelupas saat pertandingan berlangsung.

Momen ini sempat viral di media sosial ketika kamera menyorot beberapa pemain, termasuk Dony Tri Pamungkas dan Ole Romeny, dengan tulisan nama di bagian belakang jersey yang tampak mengelupas.

Kevin menjelaskan, setelah melakukan evaluasi internal, pihaknya menemukan ada sejumlah faktor yang memengaruhi daya rekat nameset pada jersey. Mulai dari material jersey, material nameset, hingga proses pressing saat pemasangan.

"Soal yang lagi ramai tentang nameset copot, berdasarkan yang kami telusuri ada tiga komponen. Pertama untuk nameset bisa nempel bergantung pada material jersey, terus material nameset, dan proses melakukan pressing-nya," jelas Kevin dalam acara Media Session #WeHearYou: Mendengar dan Melangkah untuk Timnas Indonesia di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Kelme mengaku membutuhkan waktu sekitar satu bulan setelah FIFA Series untuk melakukan investigasi menyeluruh. Dari penelusuran tersebut, sumber utama masalah ditemukan pada proses pressing nameset dan nomor ke jersey pemain.

"Kami melakukan penelusuran menyeluruh sekitar satu bulan setelah FIFA Series di akhir Maret. Ada persoalan di proses pressing-nya. Soal penempelan itu bergantung juga ke mesin penempel, operator penempel, dan SOP-nya," ujar Kevin.

Kevin juga mengakui ada detail teknis yang sempat luput dari perhatian timnya, khususnya terkait perbedaan karakteristik tiap mesin press yang digunakan."Kelme sudah memberikan SOP soal temperatur 160 derajat yang ditekan 15 detik. Tapi ada satu hal yang kami lewatkan dan kami memohon maaf. Tidak semua mesin press itu sama. Satu mesin dan mesin lainnya itu perlu perlakuan yang berbeda. Kami memohon maaf terhadap hal ini," tutur dia.

Terlepas dari insiden tersebut, Kevin menegaskan Kelme bersikap terbuka terhadap kritik publik dan menjadikannya bahan evaluasi untuk perbaikan kualitas produk ke depan."Kami transparan saja apa yang terlewat dari kami. Tinggal bagaimana 'apa selanjutnya?' dari Kelme untuk memperbaiki," tutur Kevin.

Sebagai tindak lanjut, Kelme berjanji memberikan pendampingan khusus terkait jersey pemain yang bermasalah.

"Jadi ke depannya apa yang kami lakukan adalah, khususnya untuk terkait dengan masalah nameset ini adalah: kami akan, satu, untuk yang terkait dengan players, kami akan melakukan pendampingan dengan adanya tim ahli untuk proses pressing-nya supaya bisa ada proses monitoring terkait bagaimana sih SOP-nya sudah dijalankan atau belum," ungkap Kevin.

0 suka
0 bookmark
Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com