Rabu, 30 November 2022
06 Jumadil Awwal 1444

Jika 7 Hari Belum Ada Tersangka, Aremania Ancam Turun ke Jalan

Rabu, 05 Okt 2022 - 15:49 WIB
Penulis : Anton Hartono
2 Tersangka Anggota Polri Perintahkan Personel Tembak Gas Air Mata ke Suporter
Pendukung Arema mengamuk di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur setelah polisi tembakkan gas air mata - ist

Aremania memberikan batas waktu tujuh hari untuk mengungkap kasus tewasnya ratusan penonton di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Jika dalam waktu tersebut pihak kepolisian belum menemukan tersangka, para pendukung Arema mengancam akan turun ke jalan.

Aksi itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap aparat keamanan yang dinilai lambat dalam mengungkap siapa yang harus bertanggungjawab atas tragedi di Stadion Kanjuruhan. Hal ini disampaikan oleh salah seorang perwakilan Aremania bernama yang biasa disapa Ambon.

“Harus ada yang bertanggung jawab, siapapun itu namanya panpel atau siapapun. Sampai terjadi insiden terbunuhnya Aremania harus ada yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Baca juga
INFOGRAFIS: Bacuya, Si Maskot Piala Dunia U-20 Indonesia 2023

Menurutnya, para pendukung tidak akan mundur sampai ditetapkannya tersangka yang dianggap bertanggungjawab atas hilangnya ratusan nyawa. Selanjutnya, jika telah ditetapkan sebagai tersangka maka sudah semestinya menjalani proses hukum yang berlaku dan wajib dibuka secara transparan ke publik.

“Kalau 7 hari tidak ada tersangkanya. Kita turun ke jalan, dan saya tidak bertanggung jawab kalau teman-teman ini bergerak di luar prosedural,” katanya.

Meski begitu, hingga saat ini Aremania telah mengugat panita penyelenggara liga untuk bertanggungjawab penuh atas tragedi di Kanjuruhan. Pihaknya menunjuk panita lantaran banyaknya pintu stadion yang tidak bisa dibuka setelah laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya telah selesai.

Baca juga
Setan Merah Menang Tipis 1-0 atas The Hammers

“Panpel itu yang bertanggungjawab mulai ijin, kemanan, pintu gerbang dibuka dan ditutup jam berapa sampai jam berapa, ini kan kemarin pintu gerbang hanya satu yang dibuka, itu Panpel yang harus bertanggungjawab,” jelasnya.

Sebelumnya, kericuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam.

Usai pertandiangan, sejumlah suporter turun ke area lapangan dan diadang petugas keamanan yang berjaga. Suasana semakin ricuh ketika pihak kepolisian menembakkan gas air mata ke arah penonton.

Berdasarkan data terakhir yang sudah terverifikasi, jumlah total korban tragedi di Stadion Kanjuruhan meninggal dan luka-luka sebanyak 448 orang. Adapun rinciannya 125 orang meninggal dunia, 302 orang mengalami luka ringan, dan 21 orang luka berat.

Tinggalkan Komentar