Minggu, 05 Februari 2023
14 Rajab 1444

Jika tak Ada Uang, KPK Siap Ongkosi Aloysius ke Jakarta

Senin, 28 Nov 2022 - 23:26 WIB
Aloysius - inilah.com
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pemeriksaan Aloysius Renwarin, pengacara Gubernur Papua Lukas Enembe, bakal tetap dilakukan di Jakarta, Senin (28/11/2022). (Foto: Tangkapan layar Instagram @lawfirmaloysiusrenwarin)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pemeriksaan Aloysius Renwarin, pengacara Gubernur Papua Lukas Enembe, bakal tetap dilakukan di Jakarta.

Deputi bidang Penindakan KPK, Karyoto menegaskan tidak ada pengecualian bagi siapapun yang sudah mendapatkan panggilan. Jika terkendala masalah keuangan, hal itu dapat dikoordinasikan agar dapat mendatangkan Aloysius ke Jakarta.

“Kecuali kalau memang tidak punya uang atau apa ada pada kendala mungkin bisa berkoordinasi dengan kami, bagaimana cara-cara agar kami bisa mendatangkan yang bersangkutan ke Jakarta,” tegasnya, Senin (28/11/2022).

Karena itu, dia meminta Aloysius untuk bisa bersikap kooperatif dan jangan mencari-cari alasan dengan meminta pemeriksaan dilakukan di Jayapura, Papua.

Baca juga
Korupsi Lukas Enembe Tak Sebanding dengan Asetnya

“Untuk penasehat hukum yang tidak mau diperiksa di Jakarta, ya sementara akan tetap kita panggil lagi. Karena sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak bisa datang,” tandas Karyoto.

KPK sebelumnya resmi melayangkan panggilan kedua terhadap kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, yakni Stefanus Roy Rening dan Aloysius Renwarin. Deputi bidang Penindakan KPK Karyoto mengatakan pemanggilan itu bukan dalam tahap mencari-cari kesalahan dari kedua pihak tersebut.

Dalam keterangannya, Aloysius Renwarin mengaku dipanggil dalam pemeriksaan kedua sebagai saksi korupsi. Namun Aloysius meminta untuk diperiksa di Jayapura, Papua.

“Saya melakukan advokasi dan pendampingan hukum terhadap klien saya, Gubernur Papua Lukas Enembe, di Jayapura, Papua, maka saya meminta pada KPK, untuk diperiksa di Papua,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (22/11/2022).

Dia mengaku mengirimkan surat resmi kepada KPK soal permintaan pemeriksaan di Jayapura, Papua. Dia juga mengklaim permintaan itu sudah disetujui oleh Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur. “Dan Pak Asep sendiri, sudah mengiyakan permintaan saya, untuk diperiksa di Jayapura, Papua,” akunya.

Tinggalkan Komentar