Selasa, 21 Maret 2023
29 Sya'aban 1444

Jika Tak Siap, Main Saham Bisa Picu Gangguan Kesehatan Mental

Selasa, 13 Des 2022 - 22:27 WIB
Saham Mental
Menurut laporan Schroders, Senin (12/12/2022), hasil studi menemukan bahwa 72 persen masyarakat Indonesia percaya bahwa kinerja investasi berdampak langsung pada kesejahteraan mental mereka. (foto: Pixabay)

Laporan Global Investor Study 2022 dari Schroders menyebutkan, masyarakat percaya bahwa kinerja investasi mereka berdampak langsung pada kesejahteraan mentalnya. Karena itu kesiapan psikologi sangat penting bagi investor menghadapi pergerakan saham yang sangat fluktuatif.

Menurut laporan Schroders, Senin (12/12/2022), hasil studi menemukan bahwa 72 persen masyarakat Indonesia percaya bahwa kinerja investasi berdampak langsung pada kesejahteraan mental mereka. Laporan tersebut juga menjelaskan kondisi yang tidak menentu semakin menekankan perlunya masyarakat mencari panduan para ahli ketika menyangkut investasi mereka.

Studi tahunan ini menyurvei lebih dari 23.000 orang di 33 lokasi global, termasuk Indonesia. Survei itu menemukan 78 persen responden Indonesia mengubah strategi investasi mereka sehubungan dengan meningkatnya inflasi. Artinya investor di Indonesia tidak yakin tentang bagaimana menyesuaikan strategi investasi di tengah kenaikan suku bunga dan laju inflasi.

“Sebanyak 71 persen responden merasa dipaksa untuk mengambil lebih banyak risiko dari yang diinginkan untuk memenuhi harapan return investasinya. Sementara, 62 persen responden terkadang membuat keputusan investasi di bawah tekanan yang kemudian disesali,” demikian kutipan laporan tersebut.

Di sisi lain, investor dengan tingkat pengetahuan yang tinggi juga beralih ke penasihat keuangan untuk membantu menghadapi ketidakpastian. Tercatat, sebanyak 55 persen investor dengan tingkat pengetahuan ahli atau mahir cenderung berbicara dengan penasihat keuangan ketika suku bunga naik. Sementara 51 persen investor dengan tingkat pengetahuan menengah dan 39 investor pemula juga berbicara dengan penasihat keuangannya.

Risiko tinggi

Berinvestasi saham saat ini menjadi pilihan banyak masyarakat. Sebab, dianggap bisa memberikan keuntungan besar saat membeli saham-saham yang sedang populer. Namun, perlu diketahui bahwa pergerakan harga saham tidak bisa diprediksi, sehingga bisa naik dan turun secara signifikan dalam waktu dekat.

Baca juga
Ini Gejala yang Muncul 10 Tahun Sebelum Serangan Jantung

Saham juga tipikal high risk high return artinya bisa untung besar tapi juga potensi risiko tinggi. Kondisi inilah yang menyebabkan banyak orang terlalu gegabah berinvestasi tanpa pengetahuan yang cukup sehingga ketika saham ambles, kemudian mengalami gangguan kesehatan mental.

Banyak investor yang ahli berbagai analisa, dari analisa fundamental, teknikal hingga bandarmologi, tetapi banyak yang gagal dan mengalami kerugian dalam berinvestasi saham. Salah satu penyebabkan adalah faktor psikologi, ketidaksiapan investor dalam menyikapi pergerakan saham yang sangat fluktuatif.

Mungkin publik masih ingat, tahun lalu seorang pria berinisial A (27) tewas setelah bunuh diri dengan meloncat dari salah satu apartemen di Setiabudi, Jakarta Selatan. Polisi menyebut korban memiliki masalah ekonomi karena diduga merugi investasi saham.

Pada Februari 2022, seorang perempuan bernama Linda Astuti alias Novi meninggal dunia setelah terjun dari Lantai 8, Tower Rafflesia Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Penyebabnya diduga karena depresi akibat kalah trading atau bermain saham. Sebelumnya Novi sempat berencana bunuh diri namun sempat digagalkan oleh petugas keamanan setempat.

“Ketidaksiapan mental mempengaruhi keputusan sehingga banyak orang gagal karena grogi dan salah mengambil keputusan jual atau beli, meski sudah dibekali banyak analisa,” kata Ketua LP3M Investa, Hari Prabowo, belum lama ini.

Baca juga
Mantan Direktur WHO Imbau Masyarakat Tidak Panik dengan Varian Baru NeoCov

Di pasar modal selalu ada banyak kemungkinan karena pergerakan saham dipengaruhi oleh banyak faktor yang penuh ketidakpastian. Dengan demikian, bekal pengetahuan analisa saja tidak cukup, tetapi harus dilengkapi dengan kesiapan mental, dan psikologi trading.

Psikologi trading, kata dia, suatu keputusan dalam melakukan transaksi yang dipengaruhi oleh mental, pikiran, dan perilaku. Psikologi mempengaruhi cara berpikir seseorang yang kemudian dijalankan dengan perilaku dalam mengambil keputusan. Jika tidak siap dan pikirannya kalut bisa menjadikan keputusan yang diambil menjadi salah (loss). Sebaliknya, pikiran positif dan tenang akan menghasilkan keputusan yang mendatangkan keuntungan (gain).

Jenis gangguan kesehatan mental

Gangguan kesehatan mental yang berpotensi terjadi bagi para pemain saham yakni kecemasan, stres atau depresi. Kecemasan merupakan hal normal yang dapat dialami oleh semua orang. Tetapi pada gangguan ini, kecemasan yang dirasakan berlebihan dan berlangsung sangat lama hingga menimbulkan beberapa efek samping.

Gangguan kecemasan dapat berdampak pada ada gejala fisik seperti kesulitan tidur, denyut jantung yang berdetak dengan cepat, dan keringat berlebih. Selain itu, penderita gangguan kecemasan juga mengalami perubahan suasana hati atau mood yang sangat cepat. Penderita juga mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi akibat kecemasan berlebih yang dirasakan.

Terdapat beberapa jenis gangguan kecemasan, yaitu gangguan kecemasan umum, Gangguan Pasca Trauma (PTSD), gangguan panik, gangguan kecemasan sosial, gangguan OCD, hingga fobia.

Selain cemas juga bisa timbul stres. Baik stres maupun cemas sebenarnya merupakan emosi yang rentan dialami semua orang ketika berada di situasi yang tidak menyenangkan. Bedanya, hal yang mudah memicu stres biasanya berasal dari faktor eksternal. Kecemasan, di sisi lain, merupakan kekhawatiran yang terus-menerus dan muncul dari internal diri sendiri.

Baca juga
Saham Ditengarai masih Jadi Unggulan Portofolio Investasi

Stres merupakan bentuk reaksi pertahanan diri ketika berada dalam situasi yang penuh tekanan. Meski tidak disukai, stres sebenarnya merupakan bagian dari insting primitif manusia untuk menjaga kita tetap aman dan hidup.

Sementara depresi merupakan gangguan umum yang ditandai dengan kesedihan yang terus menerus dan membuat seseorang menjadi kekurangan minat dalam melakukan aktivitasnya. Selain itu, depresi juga membuat seseorang menjadi kehilangan nafsu makan dan kesulitan untuk tidur. Depresi sangat berbahaya apabila terjadi berlarut-larut dan tidak mencari pertolongan ke profesional.

Bermain saham tidak seperti bermain game PUBG Mobile, Free Fire, atau Mobile Legends. Banyak sekali hal-hal yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan sebelum terjun ke dunia saham. Apabila tidak memiliki mental yang kuat, tidak tahu cara bermain dengan baik dan benar, tentu akan berisiko mengalami kerugian.

Tinggalkan Komentar