Rabu, 30 November 2022
06 Jumadil Awwal 1444

Joe Biden: Pandemi COVID-19 di AS Sudah Berakhir

Senin, 19 Sep 2022 - 22:24 WIB
biden pandemi
(foto: The Washington Post)

Presiden Joe Biden mengatakan bahwa pandemi COVID-19 di AS sudah berakhir meski negara itu masih harus berurusan dengan penyakit tersebut.

“Pandemi sudah berakhir. Kami masih punya masalah dengan COVID. Kami masih mengatasinya, tapi pandemi sudah berakhir,” ujar Biden dalam acara bincang-bincang di CBS, seperti dikutip AFP, Senin (19/9/2022).

Seraya berbicara, Biden terlihat berjalan di Detroit Auto Show. Ia kemudian menunjuk ke sekitar aula acara tersebut.

“Jika kalian lihat, tak ada lagi orang menggunakan masker. Semua orang tampaknya sehat, jadi rasa semuanya sudah berubah,” tutur Biden.

Ia tak menjabarkan lebih lanjut data mengenai tren penularan COVID19 di AS dan bukti bahwa pandemi di negaranya sudah berakhir.

Baca juga
Jika Terjadi Gelombang 3, Ini Cara Antisipasi Varian Mu

Namun, pernyataan Biden ini senada dengan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang mengatakan bahwa akhir pandemi COVID-19 ‘sudah di depan mata’.

Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins, kasus COVID-19 di AS memang berangsur turun dalam dua pekan terakhir, hingga mencapai sekitar 65 ribu kasus per hari.

Dari puluhan ribu kasus itu, sebagian besar bergejala ringan. Meski demikian, rata-rata kematian harian akibat COVID-19 di AS masih mencapai 400 orang.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS pun menyatakan bahwa mereka kini lebih berfokus pada perawatan pasien bergejala parah ketimbang jaga jarak dan karantina.

Baca juga
Inilah Saham-saham Pilihan Kamis, 10 Februari 2022

Pernyataan terbaru Biden ini sendiri terlontar beberapa pekan setelah pemerintahannya meminta dana miliaran dolar ke Kongres untuk program tes dan vaksin mutakhir COVID-19 menjelang musim gugur.

“Meski kita terus melihat progres luar biasa terkait kemampuan untuk melindungi dan menangani COVID-19, kita harus tetap siaga,” ujar Direktur Kantor Bagian Manajemen dan Bujet pemerintah AS, Shalanda Young, kepada Kongres.

“Untuk melakukan itu, diperlukan sumber daya tambahan. Itulah alasan kami meminta tambahan pendanaan,” lanjut Young seperti dilansir The Washington Post.

Tinggalkan Komentar