Rabu, 10 Agustus 2022
12 Muharram 1444

Johnson & Johnson Klaim Dosis Booster Vaksin Mereka Tingkatkan Imun Hingga 94 Persen

Kamis, 23 Sep 2021 - 04:19 WIB
Johnson & Johnson Klaim Dosis Booster Vaksin Mereka Tingkatkan Imun Hingga 94 Persen - inilah.com

Johnson & Johnson mengumumkan bahwa dosis penguat alias booster dari vaksin COVID-19 buatan mereka dapat meningkatkan perlindungan hingga 94 persen jika diberikan dua bulan setelah penyuntikan dosis tunggal.

Perusahaan farmasi AS itu mengatakan dalam pernyataan, ketika dosis booster disuntikkan enam bulan setelah dosis tunggal, tingkat antibodi penerima meningkat sembilan kali lipat sepekan setelah penyuntikan itu.

Antibodi terus meningkat hingga 12 kali lipat pada empat pekan setelah penyuntikan booster.

“Semua kenaikan itu tidak dipengaruhi oleh usia,” kata perusahaan itu.

Kepala penelitian global Johnson & Johnson Mathai Mammen mengatakan bahwa vaksin dosis tunggal Johnson & Johnson memberikan respons imun yang kuat dan memori imun yang berlangsung lama.

Baca juga
Setelah Latihan Perang Bersama yang Bikin China Marah, Kini AS Hibahkan 1,5 Juta Dosis Moderna ke RI

Dia menambahkan bahwa ketika booster diberikan, kekuatan perlindungan semakin besar.

“Sebuah vaksin COVID-19 dosis tunggal yang mudah digunakan, didistribusikan dan diberikan, serta memberikan perlindungan yang kuat dan tahan lama sangat penting untuk memvaksinasi populasi global,” kata direktur sains Johnson & Johnson Paul Stoffels.

Perusahaan farmasi itu mengaku telah menyerahkan data kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) dan berencana mengajukannya ke regulator lain seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan National Immunization Technical Advisory Group (NITAG).

Pandemi global COVID-19 telah memakan lebih dari 4,7 juta korban jiwa di sedikitnya 192 negara dan kawasan sejak Desember 2019, dengan total kasus mencapai 229,2 juta lebih, menurut data Universitas Johns Hopkins, AS.

Baca juga
Foto: Aturan Penumpang KA Jarak Jauh Wajib Vaksin Booster

Lebih dari 5,95 miliar dosis vaksin COVID-19 telah diberikan di seluruh dunia, kata data tersebut.

Tinggalkan Komentar