Selasa, 07 Februari 2023
16 Rajab 1444

Jokowi Bertemu Erdogan di Sela Kegiatan KTT G20 Bali

Senin, 14 Nov 2022 - 21:52 WIB
Jokowi Erdogan
(foto: Media Center G20 Indonesia)

Presiden Joko Widodo masih melanjutkan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin negara G20 pada Senin (14/11/2022). Usai bertemu dengan Presiden Komisi Eropa, Jokowi kali ini bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Pertemuan itu digelar di The Apurva Kempinski, Bali, seperti ditayangkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin. Pertemuan digelar setelah Jokowi bertemu dengan beberapa negara peserta yang menghadiri kegiatan KTT G20.

Dalam video tampak Presiden Erdogan sedang berbincang dengan didampingi penerjemah dan para menteri Turki.

Jokowi menyambut Erdogan dengan hangat dan merespon perbincangannya mengenai Insiden ledakan yang terjadi di Istanbul, Turki. “Melanjutkan, saya ingin menyampaikan dukacita yang mendalam atas tragedi Istanbul dan juga para korban,” ungkap Jokowi.

Baca juga
PM Kanada: Indonesia Berhasil Pimpin G20 di Masa Sulit

Seperti diketahui sebelumnya, ledakan hebat terjadi di Istanbul, Turki menewaskan enam orang dan puluhan orang lainnya terluka. Meski ledakan itu baru saja terjadi di negara itu, Presiden Erdogan tetap berangkat ke Bali untuk menghadiri KTT G20.

Menurut kantor berita Turki, Anadolu, Erdogan terbang ke Bali pada Minggu (13/11/2022) malam waktu setempat, hanya beberapa jam usai ledakan hebat itu. Dalam penerbangan ke Indonesia, Erdogan didampingi oleh istrinya, Emine, dan jajaran menteri di kabinet.

Anadolu memberitakan, sejumlah menteri yang mendampingi Erdogan yakni Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu, Menteri Pertahanan Nasional Hulusi Akar, Menteri Keuangan Nureddin Nebai, serta Menteri Pertanian dan Kehutanan Vahit Kirisci.

Baca juga
Transformasi Energi Tancap Gas, Presiden Jokowi Berharap Kepada B20

Ikut juga dalam rombangan Direktur Komunikasi Kantor Kepresidenan Turki Fahrettin Altun, Juru Bicara Kepresidenan Ibrahim Kalin, lalu Kepala Presidensi Industri Pertahanan Ismail Demir, dan Juru Bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Party) Omer Celik.

Tinggalkan Komentar