Minggu, 05 Februari 2023
14 Rajab 1444

Jokowi Bukan Sosok “Strong Leader”

Minggu, 27 Nov 2022 - 20:04 WIB
Jokowi, Relawan, Gerakan Nusantara Bersatu, GBK, GBK Senaya, Stadion GBK, Relawan Jokowi, Bersatu,- inilah.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpidato saat menghadiri acara bertajuk Gerakan Nusantara Bersatu: Satu Komando Untuk Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (26/11/2022). (Foto: Inilah.com/Didik Setiawan).

Pengamat politik Universitas Nasional (Unas), TB Massa Djafar mencermati Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga merupakan kader PDIP bukanlah sebagai sosok pemimpin yang kuat terkait dengan pernyataan sejumlah elite PDIP bahwa perhelatan Musra oleh relawan Jokowi di GBK Jakarta, merugikan kewibawaan Jokowi.

“Jika elite PDIP dalam  perhelatan Musra di GBK kemarin, menilai merugikan kewibawaan Jokowi, menunjukkan dan mengkonfirmasi bahwa penilaian sebagian pengamat, memang Jokowi bukanlah sebagai sosok strong leader, di mana langkah-langkah politik Jokowi lebih banyak dikendalikan oleh elite politik di sekitarnya,” kata TB Massa Djafar Kepala Inilah.com, Minggu (27/11/2022).

Hal tersebut, menurut dia, termasuk soal gonjang-ganjing perseteruan pencapresan Ganjar Pranowo pada Pemilu 2024. “Apakah itu merupakan keputusan PDIP atau keputusan Jokowi yang tak lain kepanjangan tangan para oligarki ketimbang aspirasi PDIP?” ujar dosen Pasca Sarjana Unas ini.

Baca juga
Merespons Jokowi Soal Pemimpin Ideal, Ridwan Kamil Tampil dengan Rambut Putih

Dengan begitu, lanjut TB Massa Djafar, hal ini mempengaruhi sikap para relawan, yakni terkesan lepas kontrol dan blunder yang ujungnya mempertaruhkan wibawa Jokowi.

Ia menilai bahwa dalam dinamika politik demikian tidak mudah, karena Jokowi bukan selayaknya pemimpin partai. “Beliau tidak memiliki kapasitas, kapabilitas sebagai pemegang otoritas partai politik,” tutur TB Massa Djafar.

“Beliau sendiri sangat bergantung pada kekuatan lain. Bukan  kekuatan elite politik yang mandiri, sehingga kerap menimbulkan kontradiksi, kontra produktif yang akhirnya mereduksi kewibawaan beliau sebagai Presiden,” sambung TB Massa Djafar.

Adapun menyangkut pernyataan Jokowi di hadapan relawannya yang menyebut ciri pemimpin yang ideal salah satunya adalah yang berambut putih, TB Massa Djafar menilai tidak ada hal istimewa dari pernyataan Jokowi itu, yang menyampaikan pesan politik melalui isyarat, yang tidak lain adalah Ganjar Pranowo.

Baca juga
19 WNA Jadi Korban Tewas Tragedi Halloween Itaewon, Termasuk dari Iran dan China

“Meskipun pesan komunikasi politik melalu bahasa isyarat, bisa diinterpretasikan macam-macam.  Tergantung apa kepentingan politik dan motif yang melatari,” terang TB Massa Djafar.

Sebelumnya, Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Deddy Yevri Sitorus meminta para relawan Jokowi mampu menjaga kehormatan Presiden Joko Widodo sebagai kepala negara.

Dalam keterangan di Jakarta, Minggu (27/11/2022), Deddy meminta para relawan tidak menjebak Jokowi dengan melakukan manuver hingga merugikan kewibawaan Jokowi sebagai orang nomor satu di Indonesia.

“Beliau (Jokowi) presiden RI dan bukan presiden relawan. Jangan demi ambisi, kekuasaan, dan materi, para relawan melakukan manuver-manuver yang di luar ruang lingkupnya, sehingga malah merugikan kewibawaan Pak Jokowi,” kata Deddy.

Baca juga
Rakernas NasDem Tidak Putuskan Sosok Capres, Hanya Usulkan Nama ke DPP

Deddy mengatakan hal itu guna menanggapi pro dan kontra atas acara Gerakan Nusantara Bersatu yang digelar oleh sekelompok elite dengan menggunakan nama Presiden Jokowi di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Sabtu (26/11/2022).

Tinggalkan Komentar