Sabtu, 25 Juni 2022
25 Dzul Qa'dah 1443

Jokowi Dianggap Dukung Ganjar karena Faktor Daerah

Senin, 23 Mei 2022 - 14:19 WIB
0114 104930 2ae6 Inilah.com  - inilah.com
Pengamat politik Ray Rangkuti menilai wajar anggapan Jokowi mendukung Ganjar dalam Pilpres 2024. Faktor kedaerahan membuat keduanya bisa membangun chemistry.

Sinyalemen dukungan Jokowi dan relawan Projo kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dianggap tidak muncul tiba-tiba. Faktor sama-sama berasal dari Jateng dianggap memudahkan terbangunnya ikatan (chemistry) keduanya.

Pengamat politik Ray Rangkuti menilai sulit bagi Jokowi untuk menafikan tingginya hasil survei Ganjar. Apalagi keduanya sama-sama berasal dari Jateng sehingga tidak berlebihan jika Jokowi condong mendukung Ganjar dibanding nama-nama lain.

“Ada banyak alasan mengapa Jokowi punya kecenderungan mendorong Ganjar. Selain karena popularitas dan elektabilitasnya yang memang terus naik, juga karena banyak kesamaan di antara keduanya. Sama-sama berasal dari Jateng, telah lama bekerja sama, budaya yang sama dan sebagainya,” ujar Ray, di Jakarta, Senin (23/5/2022).

Baca juga
Pemilik GCA Siap Bantu Pemerintah Lunasi Utang, Tapi Syaratnya Begini

Ray menambahkan, meskipun bukan ketum partai, Jokowi akan menjadi king maker dalam kontestasi Pilpres 2024. Hal ini yang melatari pernyataan Jokowi di hadapan para relawan yang meminta untuk tidak tergesa-gesa (ojo kesusu).

“Saya kira makin menguat bahwa Jokowi punya kecenderungan untuk mendorong Ganjar sebagai capres pilihannya. Sesuatu yang normal,” tuturnya.

Anggota DPR Andreas Hugo Pareira menepis,  anggapan pernyataan Jokowi yang disampaikan dalam Rakernas Projo di Magelang, sebagai sinyal dukungan kepada Ganjar. Sebaliknya, Jokowi dianggap seluruh relawan bersabar untuk menentukan dukungan capres.

“Pesan itu untuk teman-teman Projo (bukan Ganjar), karena itu kan acara Projo,” bebernya.

Baca juga
Kesal Kedatangannya Tak Disambut Gubernur, Puan Singgung Ganjar?

Dia menilai pidato tersebut justru kritik yang disampaikan Jokowi kepada Ganjar bahwa ada mekanisme partai dalam menentukan capres. Malahan Andreas menilai pernyataan itu wajar disampaikan Jokowi.

“Saya melihat statement Jokowi itu terukur dan pantas. Maksudnya, sebagai kader partai, Jokowi tahu bahwa soal keputusan capres itu adalah wilayah partai, dan memang secara konstitusi partailah yang mengusung capres-cawapres. Dan Jokowi pun tahu bahwa di PDI Perjuangan itu adalah wilayah prerogatif ketum,” ujar eks Ketua DPP PDIP ini. [WIN]

Tinggalkan Komentar