Jumat, 02 Desember 2022
08 Jumadil Awwal 1444

Jokowi: Ekonomi Kreatif Bergerak Lalu-lalang Tanpa Tularkan COVID-19

Kamis, 06 Okt 2022 - 10:58 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Jokowi: Ekonomi Kreatif Bergerak Lalu-lalang Tanpa Tularkan COVID-19 - inilah.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutan pada Konferensi Ekonomi Kreatif Dunia (WCCE) ke-3 di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/10/2022). (Foto: Tangkapan layar Antara/Indra Arief)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, Indonesia mengambil peran terdepan dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif. Di tengah pandemi, Sektor ini terbukti bergerak lalu-lalang tanpa menularkan COVID-19.

Hal itu disampaikan presiden dalam Konferensi Ekonomi Kreatif Dunia (WCCE) ke-3 di Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (6/10/2022). Dalam acara sela (side event) Presidensi G20 itu, Jokowi mengatakan Indonesia juga akan mendorong peran ekonomi kreatif yang lebih besar untuk memulihkan ekonomi global.

“Ekonomi kreatif dapat menjadi pilar untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang inklusif untuk semuanya,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi mengatakan ekonomi kreatif dapat menjadi solusi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat secara berkelanjutan, karena mampu mendobrak batas geografis, gender, ras, dan strata ekonomi.

Saat pandemi COVID-19 membatasi mobilitas fisik manusia, kata Presiden Jokowi, produk ekonomi kreatif tetap lalu lalang bergerak tanpa menularkan COVID-19. Alhasil, sektor ekonomi kreatif mampu bertahan di era pandemi dibandingkan sektor-sektor ekonomi lainnya.

Baca juga
Foto: Aksi Desak KPK Bongkar Kaesang Gate

“Dan beberapa subsektor ekonomi kreatif seperti aplikasi dan pengembang permainan televisi dan radio bahkan tumbuh signifikan, dipicu konsumsi konten yang meningkat signifikan selama pandemi,” kata Presiden Jokowi.

Tak hanya di Indonesia, lanjutnya, ekonomi kreatif juga akan menjadi tulang punggung di negara-negara lain. Ke depannya, kata dia, ekonomi kreatif akan diperhitungkan menjadi kekuatan ekonomi inklusif.

Karena itu, ujar Presiden Jokowi, pengembangan ekonomi kreatif harus terus dipacu agar menjadi sektor yang futuristik dan mampu bertumbuh lebih cepat, lebih besar dan maju.

Dalam WCCE terdapat 1.000 pelaku dari berbagai unsur masyarakat (Pentahelix) dan pengambil kebijakan di bidang ekonomi kreatif dunia. WCCE merupakan inisiatif global yang dirintis sejak 2018 sebagai wahana untuk menggaungkan misi kreatif yang inklusif.

Baca juga
Jokowi Panen Kritik, Tren Elektabilitas PDIP Merosot

Konferensi yang digelar pada 5-7 Oktober 2022 ini akan menghasilkan aksi strategis untuk pemulihan sektor ekonomi kreatif global. Terdapat empat subtema WCCE yakni pertama “Pertinent Issues and Progress on Creative Economy” yang akan membahas keadaan ekonomi kreatif saat ini, mencakup ekosistem, komunitas, kemunduran, kemajuan, dan peluang ekraf ke depan.

Subtema kedua terkait “Resilient Creative Economy for Global Goals” yaitu agenda inklusivitas dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) 2030 guna mendorong sektor ketahanan ekonomi kreatif agar dapat menjawab isu-isu global.

Subtema ketiga adalah “Global Creative Economy: What’s Next?” di mana nanti semua bersama-sama mengeksplorasi arah ekonomi kreatif dan menemukan cara bersama untuk mengatasi tantangan dan menyambut prospek di sektor ini.

Baca juga
Pemerintah Gelontorkan Dana Setengah Triliun Rupiah untuk Persiapan KTT G20 Bali

Terakhir Subtema keempat adalah ‘Introduction of Creative Economy Roadmap” untuk memperkenalkan ‘Bali Creative Economy Roadmap Draft’ yang akan menjadi dokumen rujukan hasil WCCE 2022.

Adapun di Indonesia, ekonomi kreatif memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 6,98 persen atau sebesar Rp1.134 triliun.

Tinggalkan Komentar