Sabtu, 25 Juni 2022
25 Dzul Qa'dah 1443

Jokowi Ingatkan Kepala Daerah dan BUMN Kembalikan Uang Rakyat

Selasa, 24 Mei 2022 - 19:37 WIB
Jokowi Ingatkan Kepala Daerah dan BUMN Kembalikan Uang Rakyat

Presiden Jokowi mengingatkan, APBN, APBD, dan anggaran BUMN adalah uang rakyat. Harus dikembalikan ke rakyat, jangan belanja produk impor.

“Seperti yang saya sampaikan di Bali, karena ini uang rakyat, APBN, APBD, BUMN, ini uang rakyat ya jangan toh kita belikan barang-barang impor, keliru besar sekali kita kalau melakukan itu,” kata Jokowi di Balai Sidang Jakarta (JCC), Jakarta, Selasa (24/5/2022).

Jokowi menyampaikan, anggaran dalam APBN mencapai Rp2.714 triliun, sedangkan APBD Rp1.197,2 triliun. Jumlah anggaran semakin besar jika ditambah dengan anggaran BUMN.

Dengan anggaran sebesar itu, kata Presiden, penggunaannya harus optimal dan tepat sasaran untuk mencapai target-target pembangunan dan kesejahteraan.

Baca juga
Pasca Kebakaran Kilang Cilacap, Komisi VII DPR Dorong Investigasi dan Audit

“APBN kita, APBD kita, anggaran yang ada di BUMN betul-betul harus kita pegang erat, agar pemanfaatannya bisa betul-betul fokus ke titik yang kita tuju, karena uang gede sekali. APBN kita Rp2.714 triliun, APBD Rp1.197,2 triliun, gede sekali, plus BUMN,” kata Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI ini, meminta seluruh jajaran kementerian/lembaga dan juga jajaran di pemerintah daerah memiliki pemikiran yang sejalan mengenai pentingnya optimalisasi belanja anggaran negara untuk produk lokal, bukan produk impor.

Dia menekankan, saat ini, kondisi ekonomi global masih terdampak ketidakpastian akibat perang di Ukraina. Ketidakpastian itu berdampak pada seluruh negara, termasuk Indonesia.

“Inilah yang semuanya kita harus memiliki perasaan yang sama, betapa sekarang ini keadaan yang tak mudah, keadaan yang tak gampang,” ujar Jokowi.

Baca juga
Said Didu Sebut Angka Rp13.400 Triliun, Amien Rais Ingatkan Jokowi Setop Tambah Utang

Saat ini, lanjut Jokowi, terdapat dua isu besar yakni harga komoditas energi dan harga barang pangan. Indonesia terus berupaya agar mampu menahan harga komoditas energi seperti BBM, dan juga harga pangan agar tidak meningkat.

“Coba dilihat kenaikannya sangat tinggi sekali di negara selain kita, Singapura sekarang harga BBM sudah Rp32.400 per liter, Jerman Rp31.800 (per liter), Thailand Rp20 ribu per liter. Kita (Indonesia) Pertalite masih Rp7.650, Pertamax Rp12.500, yang lain sudah jauh sekali, kenapa harga kita masih seperti ini ya karena kita tahan terus,” papar Jokowi.

Upaya pemerintah untuk menahan kenaikan harga energi dan pangan adalah dengan tetap memberikan subsidi melalui APBN. “Tapi subsidi ini kan membesar, sampai kapan kita bisa menahan ini? ini pekerjaan kita bersama-sama, sehingga saya minta kementerian/lembaga, pemerintah daerah memiliki sense yang sama,” kata Jokowi.

Baca juga
Bukan Ahok atau Ridwan Kamil Jadi Otorita IKN, Mantan Petinggi ADB Ini yang Beruntung

 

Tinggalkan Komentar