Minggu, 27 November 2022
03 Jumadil Awwal 1444

Jokowi Instruksikan Tidak Ada Lagi Impor Aspal di 2024

Selasa, 27 Sep 2022 - 19:04 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Jokowi Instruksikan Tidak Ada Lagi Impor Aspal di 2024
Presiden Joko Widodo saat meninjau Pabrik Aspal di Buton/Foto: Antara

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tidak ada lagi impor aspal pada dua tahun mendatang atau hingga 2024. Sebab Jokowi ingin mendorong industri dalam negeri bisa menggunakan produk aspal lokal.

“Sehingga tadi sudah kita putuskan, dua tahun lagi tak ada impor aspal. Semuanya harus dikerjakan oleh Buton (Sulawesi Tenggara). BUMN silahkan, swasta silahkan, join dengan asing silahkan,” kata Presiden Jokowi usai meninjau Pabrik Aspal PT Wika Bitumen, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (27/9/2022).

Jokowi mengatakan Buton memiliki potensi besar dengan kekayaan hingga 662 juta ton aspal. Namun, lanjutnya, Indonesia malah impor hingga lima juta ton aspal per tahun.

Baca juga
KTT G20, Jokowi Jumpa Joe Biden Bawa Sekeranjang Investasi Rp10,5 Triliun

“Di sini (Buton) produksi malah tidak dijalankan, impor terus,” ujar Jokowi.

Karena itu Jokowi memerintahkan para menteri untuk mengkaji upaya pengembangan industri aspal di Buton. Dia menginginkan terdapat hilirisasi aspal agar produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah.

“Kita ingin ada nilai tambah dari aspal yang ada di Buton, karena ada potensi 662 juta ton di sini, gede sekali,” ujar Presiden Jokowi.

Menurutnya, hilirisasi industri aspal di Buton juga akan meningkatkan pendapatan negara, diantaranya melalui penerimaan pajak.

“Nilai tambah ada di sini, pajak ada di sini, royalti ada di sini, dividen ada di sini, pajak karyawan ada di sini, sehingga kita harapkan Buton hidup kembali sebagai industri penghasil aspal,” kata Jokowi.

Baca juga
Diberi Anggaran Kecil, Pimpinan MPR Minta Sri Mulyani Dipecat, Urat Malunya Sudah Putus

Berdasarkan keterangan dari laman resmi Kementerian PUPR, aspal dari Buton (asbuton) memiliki keunggulan mutu yang lebih baik dari aspal minyak

Penggunaan asbuton juga diperkirakan dapat menghemat devisa karena akan mengurangi impor aspal minyak yang tinggi.

Penggunaan asbuton juga mendukung program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), karena asbuton olahan memiliki nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi.

Tinggalkan Komentar