Jokowi Larang Ekspor Batubara, China tak Berani Protes

China - inilah.Jokowi Larang Ekspor Batubara, China tak Berani Protes

Presiden Jokowi melarang ekspor batubara yang mengundang protes keras Jepang dan Korea Selatan. China tak berani protes padahal butuh.

Ya, padahal, China adalah importir batubara asal Indonesia yang terbesar. Berdasarkan data Kementerian ESDM, China membeli 127 juta ton batubara Indonesia pada 2021. Lalu kepada China santai, tidak ikutan protes seperti halnya Jepang dan Korsel?

Ternyata, mereka memiliki cadangan batu bara terbesar di dunia, termasuk kapasitas produksinya. Dikutip dari South China Morning Post, Sabtu (8/1), analis Orient Futures memperkirakan kapasitas produksi batu bara China mencapai sekitar 4,58 miliar ton pada 2022, naik dari 4,33 miliar dibandingkan tahun lalu.

Baca juga  Save Generasi Muda, BNN Musnahkan 164,19 Kg Narkoba dari 8 Kasus

Kemampuan tersebut termasuk 230 juta ton kapasitas produksi yang dilanjutkan karena sempat krisis listrik tahun lalu.
Sementara itu, berdasarkan data dari Asosiasi Transportasi dan Distribusi Batubara China, stok batubara di utilitas di pesisir China mencapai 33 juta ton pada Sabtu pekan lalu. Jumlah ini 57 persen lebih banyak daripada periode yang sama tahun lalu.

Para penambang China memang menggenjot produksinya karena sempat menghadapi krisis listrik pada akhir 2021. Karena itu, saat ini mereka memiliki stok yang cukup banyak.

Di sisi lain, konsumsi batubara harian oleh pembangkit listrik China saat ini stabil dibandingkan tahun lalu yang mencapai 2,2 juta hingga 2,3 juta ton. Konsumsi batu bara ini juga diperkirakan akan terus turun dalam beberapa minggu ke depan ketika pabrik tutup karena ada perayaan Tahun Baru Imlek selama seminggu.

Baca juga  Resmikan 7 Venue PON XX Papua, Presiden Jokowi : Rawat dan Manfaatkan untuk Pembinaan Atlet

“Jika kami tidak memperkirakan adanya gelombang (cuaca) dingin yang ekstrim, tidak akan ada faktor lain yang mendorong permintaan batu bara dalam waktu dekat,” kata seorang pedagang
batubara yang berbasis di Jilin yang menolak disebutkan namanya.

Pedagang tersebut juga mengatakan utilitas di wilayah pesisir terbilang aman karena dijamin oleh kontrak jangka panjang dari tambang lokal China. Karena itu, konsumen batubara tidak perlu membeli dari pasar spot saat ini, termasuk yang diimpor dari Indonesia.

Santai hadapi larangan ekspor batubara dari Indonesia, para pengusaha di sana khawatir akan terjadi penurunan harga komoditas emas hitam ini di pasar global. Musababnya, produksi batu bara dari Indonesia diperkirakan akan melimpah di pasar global setelah pasokan ke pembangkit listrik PLN aman.

Baca juga  Erick Thohir Tak Lagi WFH Atau WFO, Tapi WFE

“Hampir dapat dipastikan bahwa kita akan melihat kelebihan pasokan dan harga batu bara akan segera jatuh jika ledakan produksi dalam negeri berlanjut,” kata seorang pedagang batu bara yang berbasis di Beijing.

Tinggalkan Komentar